Jember Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Rumah Rusak

JAWA TIMUR — Banjir bandang bercampur lumpur kembali menghantam wilayah rawan bencana di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin 2 Februari 2026 malam. Terjangan air bah yang datang tiba-tiba itu tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga merenggut satu korban jiwa setelah seorang warga dilaporkan terseret arus deras.

Peristiwa ini terjadi di dua kecamatan, yakni Panti dan Rambipuji. Luapan air sungai yang membawa material lumpur, bambu, dan kayu menghantam permukiman yang berada di bantaran sungai, membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan bahwa banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu sungai sejak sore hari.

“Curah hujan yang cukup lama di kawasan hulu menyebabkan debit Sungai Badean naik drastis dan akhirnya meluap ke permukiman,” kata Edi saat dikonfirmasi, Rabu (04/02/2026).

Menurut catatan BPBD, sedikitnya 38 rumah warga terdampak banjir bandang. Dari jumlah tersebut, empat rumah mengalami kerusakan ringan akibat terjangan arus dan longsoran material lumpur.

Banjir paling parah terjadi di Desa Pakis, Kecamatan Panti. Lumpur setinggi sekitar 20 sentimeter masuk ke dalam rumah warga dan merobohkan sejumlah dapur yang berada dekat aliran sungai.

“Air datang dengan cepat membawa lumpur dan potongan bambu. Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang karena arusnya sangat deras,” ujar Edi.

Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Abdul Wahid (52), yang dikenal sebagai tokoh masyarakat setempat, dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir.

“Korban diduga terbawa arus saat berada di sekitar aliran sungai ketika banjir terjadi,” jelas Edi.

Tim SAR gabungan bersama relawan melakukan pencarian sejak malam kejadian. Korban akhirnya ditemukan pada Selasa (03/02/2026) petang di aliran Sungai Bedadung, wilayah Puger Wetan, sekitar beberapa kilometer dari lokasi awal terseret.

“Jenazah ditemukan oleh nelayan di aliran sungai yang mengarah ke muara. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Selain Kecamatan Panti, banjir bandang juga melanda Dusun Tembelang, Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Dua rumah terendam lumpur setinggi sekitar 40 sentimeter, sementara tumpukan bambu hanyut menyumbat jembatan dan menghambat aliran air.

Hingga Rabu, BPBD bersama Dinas PUPR mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir dan membuka kembali aliran sungai. Tim kesehatan juga diterjunkan untuk memberikan layanan medis bagi warga terdampak.

“Kami fokus pada pembersihan dan pemulihan awal, sambil terus memantau kondisi cuaca,” ujar Edi.

BPBD Jember mengimbau warga yang tinggal di sekitar sungai agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika hujan deras kembali turun, seiring peringatan cuaca ekstrem yang masih berlaku di Jawa Timur. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com