Kalsel Salurkan Dana Desa 2025 Tercepat

BANJARMASIN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatatkan prestasi sebagai provinsi dengan penyaluran Dana Desa tercepat pada tahun anggaran 2025.

Berdasarkan data yang diakses melalui Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OMSPAN), Provinsi Kalsel berhasil menyalurkan dana desa sebesar Rp51,92 miliar kepada 116 desa.

Kepala Kanwil DJPb Kalsel, Syafriadi, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyaluran Dana Desa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, penyaluran tercepat terjadi di 20 desa di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Namun, pada tahun ini, Dana Desa disalurkan lebih luas, mencakup 116 desa yang tersebar di tiga kabupaten.

“Penyaluran Dana Desa tahun ini lebih baik. Sebanyak 116 desa di tiga kabupaten sudah menerima alokasi Dana Desa, dengan total nilai yang cukup besar,” ujar Syafriadi di Banjarmasin, Selasa (21/01/2025).

Dana Desa tersebut disalurkan kepada tiga kabupaten, di antaranya Kabupaten Barito Kuala yang menerima Rp3,36 miliar untuk tujuh desa, Kabupaten Banjar dengan Rp11,42 miliar untuk 23 desa, dan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mendapat Rp37,14 miliar untuk 86 desa. Masing-masing kabupaten ini menempati urutan tercepat dalam penyaluran dana desa pada tahun 2025.

Syafriadi menekankan bahwa keberhasilan penyaluran Dana Desa ini tidak lepas dari sinergi antara berbagai pihak, seperti pemerintah desa, pemerintah kabupaten, provinsi, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dan lembaga terkait lainnya. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam memastikan proses penyaluran dana desa berjalan dengan lancar dan tepat waktu.

Selain itu, Kanwil DJPb Kalsel juga memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran penyaluran dana desa dan aktif melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait.

“Penyaluran Dana Desa ini sejalan dengan Permendes Nomor 2 Tahun 2024, yang mengatur penggunaan dana untuk berbagai prioritas, seperti penanganan kemiskinan ekstrem, bantuan langsung tunai (BLT), penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, serta peningkatan layanan dasar kesehatan, ketahanan pangan, dan pengembangan potensi desa,” tambah Syafriadi.

Dengan adanya capaian penyaluran tercepat ini, diharapkan pembangunan di desa-desa di Kalsel dapat lebih cepat terealisasi. Syafriadi pun berharap, Dana Desa yang telah disalurkan dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mempercepat pembangunan daerah.

“Semoga proses penyaluran Dana Desa ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan tidak ada penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat,” kata Syafriadi menutup keterangannya. []

Redaksi03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com