BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat strategi pencegahan dengue melalui pelaksanaan vaksinasi massal bagi anak-anak usia sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terpadu melindungi masyarakat dari penyakit yang endemik di seluruh wilayah Kaltara.
Peresmian program vaksinasi dilakukan di Balai Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Puskesmas setempat, serta mitra strategis seperti PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines. Program ini juga melibatkan Komite Nasional/Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas/Komda KIPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dan lintas sektor terkait.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, menjelaskan bahwa vaksinasi dengue menjadi lapisan perlindungan tambahan di tengah berbagai upaya pengendalian penyakit, termasuk surveilans, pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, serta edukasi masyarakat mengenai risiko dengue. “Dengan vaksinasi, kami berharap anak-anak bisa terlindungi dari risiko infeksi dengue, apalagi kelompok usia 6–14 tahun masih menjadi yang paling rentan,” ujarnya.
Data menunjukkan, pada 2024, Kaltara mencatat 735 kasus dengue dengan tingkat kematian 1,09 persen. Kabupaten Bulungan dan Malinau menjadi wilayah dengan beban kasus tertinggi, di mana hampir setengah dari kasus terjadi pada anak-anak sekolah. Tren ini diperkirakan terus meningkat seiring kondisi cuaca yang tidak menentu.
Bupati Bulungan, Syarwani, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono, menekankan, vaksinasi bukan pengganti langkah pencegahan yang sudah berjalan. “Ini merupakan perlindungan tambahan agar anak-anak lebih aman, sementara masyarakat tetap disiplin menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan populasi nyamuk,” kata Imam.
Tahap awal vaksinasi menyasar 725 anak usia 9–13 tahun, mencakup kelas 3, 4, dan 6 SD serta kelas 7 SMP di 13 sekolah di Kecamatan Tanjung Palas Utara. Proses ini mencakup skrining kesehatan, pemberian vaksin oleh tenaga kesehatan terlatih, serta observasi pasca imunisasi.
Presiden Direktur PT Bio Farma, Shadiq Akasya, menyatakan dukungannya penuh terhadap program ini. “Vaksinasi dengue membutuhkan pendekatan konsisten dan berkelanjutan, dengan edukasi yang jelas agar masyarakat memahami manfaatnya,” ujar Shadiq. Sementara Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menilai inisiatif Kaltara menjadi model bagi daerah lain, memperkuat perlindungan anak dari penyakit yang berpotensi mengancam nyawa.
Program ini juga sejalan dengan target nasional ‘Nol Kematian Akibat Dengue 2030’, dan diharapkan menjadi tonggak pengendalian dengue secara inovatif di Indonesia, khususnya untuk melindungi generasi muda dari risiko infeksi serius. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan