BANJARMASIN – Insiden kecelakaan perairan terjadi di Sungai Barito, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebuah tongkang pengangkut batu bara dalam kondisi kosong dilaporkan hanyut dan menabrak sejumlah kapal nelayan yang sedang bersandar di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banjar Raya, Jalan Barito Hilir, Kecamatan Banjarmasin Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/01/206), sesaat setelah waktu Maghrib. Tongkang bernama Pacifik 3028 diketahui tiba-tiba lepas kendali dan terbawa arus sungai menuju dermaga nelayan.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, tongkang tersebut awalnya terlihat melaju tanpa kendali akibat cuaca buruk. Angin kencang disertai hujan deras diduga menjadi pemicu utama insiden tersebut.
“Saat itu angin cukup kuat dan hujan turun deras. Tongkang yang dalam kondisi kosong terlihat hanyut dan mengarah langsung ke dermaga,” ujar Ahmad, salah seorang pekerja di Dermaga Banjar Raya, saat ditemui di lokasi kejadian.
Sebelum menghantam area dermaga, tongkang terlebih dahulu menabrak beberapa kapal nelayan yang sedang sandar. Benturan keras membuat sebagian perahu mengalami kerusakan pada bagian lambung dan buritan. Insiden tersebut sempat membuat suasana di sekitar dermaga panik, mengingat lokasi tersebut biasanya ramai aktivitas nelayan.
Ahmad menambahkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat sehingga nelayan tidak sempat menyelamatkan kapal mereka. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Untungnya tidak ada nelayan di atas perahu saat kejadian. Yang rusak itu kapalnya, ada beberapa yang cukup parah,” jelasnya.
Diketahui, tongkang Pacifik 3028 dalam keadaan kosong dan diduga sedang bergerak menuju arah Jembatan Barito sebelum akhirnya kehilangan kendali. Hingga kini, penyebab pasti hanyutnya tongkang masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan serta mengumpulkan keterangan saksi. Proses penyelidikan dilakukan guna memastikan apakah insiden tersebut murni akibat faktor cuaca atau terdapat unsur kelalaian.
Pasca kejadian, aktivitas di sekitar Dermaga TPI Banjar Raya yang sempat terganggu kini berangsur normal. Para nelayan berharap ada tanggung jawab dan tindak lanjut atas kerusakan kapal mereka, sekaligus peningkatan pengawasan lalu lintas sungai agar kejadian serupa tidak terulang. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan