Kapal Nelayan Terbalik di Bintan, 9 ABK Masih Hilang

KEPULAUAN RIAU – Upaya pencarian masih dilakukan terhadap sembilan anak buah kapal (ABK) KM Makmur Jaya yang dilaporkan hilang setelah kapal tersebut terbalik di perairan Pulau Merapas, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Insiden kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu 8 Maret 2026 dini hari saat kapal sedang berlayar menuju lokasi penangkapan ikan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa informasi mengenai kecelakaan kapal diterima pihaknya dari agen kapal pada Minggu malam sekitar pukul 21.05 WIB. Berdasarkan laporan tersebut, kapal yang membawa total 29 orang awak mengalami kecelakaan di perairan yang berjarak sekitar 90 mil laut dari Dermaga Sekupang, Batam.

“Laporan awal kami terima dari agen kapal. Disebutkan bahwa KM Makmur Jaya terbalik di perairan sekitar Pulau Merapas dan terdapat sejumlah awak kapal yang belum ditemukan,” ujar Fazzli, Senin (09/03/2026).

Ia menjelaskan, kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Kampung Bugis, Tanjungpinang, pada Sabtu 7 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB dengan tujuan menuju Pulau Pengibu. Namun, dalam perjalanan kapal menghadapi cuaca buruk yang memicu gelombang tinggi.

Sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu dini hari, gelombang besar menghantam kapal hingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan. Kondisi tersebut membuat kapal akhirnya terbalik di tengah laut.

Dalam situasi darurat, para awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Sebagian awak bertahan di atas badan kapal yang terbalik, sementara beberapa lainnya mencoba menjauh menggunakan sekoci penyelamat.

“Sebanyak 20 orang berhasil bertahan di badan kapal yang terbalik, sedangkan sembilan orang lainnya sempat naik ke sekoci penyelamat. Namun setelah itu mereka terpisah dari kapal utama,” kata Fazzli.

Keberadaan para korban yang bertahan di badan kapal akhirnya diketahui oleh kapal lain yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Kapal KM Sinar Abadi kemudian mengevakuasi para korban sekitar pukul 11.00 WIB.

Seluruh korban selamat tersebut selanjutnya dibawa menuju Pelabuhan Kijang di Kabupaten Bintan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut serta pendataan oleh pihak terkait. “Sebanyak 20 orang yang selamat telah dievakuasi ke Pelabuhan Kijang dan diserahkan kepada agen kapal,” jelas Fazzli.

Sementara itu, sembilan awak kapal yang sebelumnya menggunakan sekoci hingga kini masih belum ditemukan. Tim SAR bersama unsur terkait terus melakukan pencarian di area perairan sekitar lokasi kecelakaan.

Untuk mempercepat proses pencarian, Kantor SAR Tanjungpinang telah mengerahkan tim penyelamat dari Pos SAR Batam yang didukung kapal KN SAR Purworejo 101. Sebanyak 22 personel diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian di laut.

“Tim SAR sudah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap sembilan awak kapal yang masih hilang,” ujarnya.

KM Makmur Jaya diketahui merupakan kapal yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan. Seluruh orang yang berada di atas kapal merupakan nelayan yang bekerja mencari ikan di perairan sekitar Kepulauan Riau. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com