LONDON — Pangeran Andrew kembali terseret pusaran kontroversi global setelah memutuskan meninggalkan Royal Lodge di kawasan Kastil Windsor. Kepindahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik dan politik menyusul dibukanya kembali dokumen hukum Amerika Serikat yang menyinggung relasinya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Mantan anggota senior Kerajaan Inggris itu dilaporkan tak lagi menetap di kediaman resmi yang telah ditempatinya hampir dua dekade. Sejumlah media Inggris menyebut Andrew kini berada di wilayah timur Inggris, menempati salah satu estate kerajaan sembari menunggu kesiapan tempat tinggal permanen yang sedang dipersiapkan.
Pihak Istana Buckingham memilih tidak memberikan keterangan rinci mengenai perubahan tempat tinggal tersebut. Namun, keputusan itu dinilai sebagai langkah strategis untuk meredam sorotan yang kian intens terhadap keluarga kerajaan.
Tekanan terhadap Andrew meningkat tajam setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen baru terkait jaringan Epstein. Sejumlah materi dalam dokumen itu memicu polemik luas karena menyinggung interaksi Epstein dengan kalangan elite internasional, termasuk lingkungan istana Inggris.
Seorang pejabat senior Inggris yang enggan disebutkan namanya menyebut situasi ini berpotensi mencoreng institusi monarki jika tidak ditangani dengan tegas.
“Ini bukan lagi sekadar isu personal. Dampaknya menyentuh kredibilitas institusi secara keseluruhan,” ujar sumber tersebut kepada media Inggris, Selasa (03/02/2026).
Sorotan semakin tajam setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka menilai Andrew seharusnya memberikan kesaksian kepada otoritas Amerika Serikat untuk menjelaskan sejauh mana pengetahuannya mengenai kejahatan Epstein.
“Transparansi adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan publik,” kata Starmer dalam pernyataan terpisah.
Selain tekanan politik, klaim dari salah satu korban Epstein kembali mencuat melalui pernyataan kuasa hukumnya. Korban tersebut menuduh Epstein pernah mengatur perjalanan ke Inggris untuk mempertemukannya dengan Andrew pada 2010. Tuduhan ini menambah panjang daftar kontroversi yang membayangi sang pangeran.
Andrew secara konsisten membantah semua tuduhan pelanggaran seksual. Pada 2022, ia menyetujui penyelesaian hukum senilai jutaan pound dengan Virginia Giuffre tanpa pengakuan bersalah. Giuffre, yang dikenal sebagai salah satu korban paling vokal dalam kasus Epstein, meninggal dunia pada tahun lalu.
Sejak 2019, Andrew telah menarik diri dari seluruh tugas resmi kerajaan. Kepindahannya dari Windsor kini dipandang sebagai simbol kian menyempitnya ruang publik bagi dirinya di lingkungan monarki Inggris.
Sementara itu, kasus Epstein terus menjadi bayang-bayang panjang bagi banyak tokoh dunia, meski sang finansier telah meninggal dunia di penjara AS sebelum menjalani persidangan atas dakwaan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan