BANJARBARU – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebuah rumah milik warga di kawasan Jalan Ahmad Yani Kilometer 21, Kelurahan Landasan Ulin Barat, dilaporkan ludes dilalap api pada Sabtu (07/03/2026).
Rumah yang terbakar diketahui milik Mukhlis, warga RT 5/RW 1. Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu. Selain bangunan tempat tinggal, sejumlah barang berharga milik pemilik rumah juga tidak berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar setelah api terlihat membesar dari bagian dalam rumah. Dugaan awal, titik api berasal dari salah satu kamar di rumah tersebut.
Ketua RT 5/RW 1 Landasan Ulin Barat, Ali Said, mengatakan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat sehingga penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. “Api tiba-tiba sudah membesar. Warga menduga sumbernya dari dalam kamar, tetapi apakah karena korsleting listrik atau hal lain, kami belum bisa memastikan karena pemilik rumah juga belum ada di lokasi,” ujar Ali saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Menurutnya, kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat api cepat menyebar ke seluruh bagian rumah. Selain itu, hembusan angin yang cukup kencang saat kejadian turut mempercepat proses kebakaran.
“Bangunan rumahnya memang didominasi kayu, jadi api dengan cepat menjalar. Ditambah lagi saat itu angin cukup kencang, sehingga kobaran api makin cepat membesar,” jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, berbagai barang milik pemilik rumah dilaporkan ikut hangus terbakar. Di antaranya satu unit sepeda motor, tiga unit sepeda, serta beberapa karung yang berisi benih padi yang disimpan di dalam rumah.
Meski kerugian materi diperkirakan cukup besar, peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seorang anak pemilik rumah yang berada di dalam rumah saat kejadian dilaporkan berhasil menyelamatkan diri.
“Di dalam rumah ada anak pemilik rumah yang masih berusia sekitar 11 tahun. Syukurlah dia berhasil keluar dengan selamat sebelum api semakin membesar,” kata Ali.
Warga sekitar sempat berupaya membantu memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun karena api sudah telanjur membesar, rumah tersebut akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang masih didominasi bangunan berbahan kayu. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan