Kebakaran Hebat di Nunukan, 5 Hektare Lahan Warga Hangus

NUNUKAN – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan. Kali ini, api melahap area perkebunan milik warga di kawasan Tanjung Cantik, Desa Binusan, pada Senin (09/03/2026) malam. Kebakaran yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menghanguskan area yang diperkirakan mencapai lebih dari lima hektare.

Peristiwa itu sempat membuat warga sekitar panik karena kobaran api terlihat membesar dan menyebar di area perkebunan yang cukup luas. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama kali diterima sekitar pukul 18.20 WITA. Namun dari hasil penelusuran di lapangan, api diduga sudah mulai muncul sejak sore hari.

Menurutnya, kebakaran berlangsung cukup lama karena kondisi lahan yang kering serta luasnya area yang terbakar. “Kami menerima laporan sekitar pukul 18.20 WITA, tetapi berdasarkan informasi di lapangan kebakaran sudah terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WITA,” ujar Hasanuddin dalam keterangan tertulis pada Selasa (10/03/2026).

Tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman menggunakan sejumlah kendaraan operasional yang tersedia. Dalam operasi tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil tangki air, satu unit kendaraan pick up L300, serta sepeda motor trail untuk memudahkan mobilitas personel menuju titik api.

Sebanyak 15 personel BPBD dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, proses pemadaman juga melibatkan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat yang turut membantu mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain.

Upaya pemadaman berlangsung cukup lama karena petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

“Petugas bersama relawan dan warga melakukan pemadaman secara bertahap hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.10 WITA,” kata Hasanuddin.

Dari keterangan warga di lokasi kejadian, lahan yang terbakar diketahui merupakan milik dua orang warga bernama Mada dan Sappe yang digunakan sebagai area perkebunan.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum dapat dipastikan. Petugas juga belum bisa menghitung secara detail luas lahan yang terdampak karena proses pemadaman dilakukan pada malam hari dengan keterbatasan jarak pandang.

“Kami belum bisa memastikan secara akurat luas lahan yang terbakar karena kondisi gelap saat proses pemadaman. Namun perkiraan sementara area yang terdampak mencapai lebih dari lima hektare,” jelas Hasanuddin.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di musim kemarau ketika kondisi lahan menjadi lebih mudah terbakar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com