NUNUKAN – Sebuah rumah semi permanen di RT 09, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, dilalap api pada Minggu (11/01/2026). Kebakaran tersebut mengakibatkan bangunan milik warga hangus terbakar dan menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Dugaan sementara, peristiwa itu dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari bagian depan rumah.
Kebakaran diketahui warga pada pagi hari ketika api sudah membesar dan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan. Rumah berukuran sekitar 8 x 20 meter tersebut sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar, sehingga api dengan cepat menguasai lokasi sebelum petugas pemadam tiba.
Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan menerima laporan kejadian kebakaran dari masyarakat setempat pada Minggu pagi. Setelah laporan diterima, petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Seksi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkar Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penanganan awal, kebakaran diduga sudah terjadi beberapa waktu sebelum laporan masuk ke pos pemadam.
“Ketika laporan kami terima, api sudah cukup besar. Dugaan sementara, kebakaran sudah berlangsung lebih dulu sebelum warga sempat melapor,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan armada dan personel yang tersedia. Meski api berhasil dipadamkan, kondisi rumah sudah dalam keadaan rusak berat.
“Bangunan rumah terbakar hampir seluruhnya. Material rumah yang sebagian besar semi permanen membuat api cepat menyebar,” katanya.
Aristra menambahkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materi yang cukup signifikan akibat bangunan dan sebagian harta benda tidak dapat diselamatkan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Fokus kami saat itu adalah memadamkan api dan memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” jelasnya.
Terkait penyebab kebakaran, Disdamkar menduga kuat adanya gangguan pada instalasi listrik. Dugaan tersebut didasarkan pada temuan awal di lokasi kejadian, meski penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan.
“Korsleting listrik dari bagian depan rumah menjadi dugaan awal. Namun, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” ucap Aristra.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari instalasi listrik. Pemeriksaan rutin kabel dan peralatan listrik dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengingatkan warga agar memastikan instalasi listrik aman dan tidak menggunakan sambungan yang berisiko,” tegasnya.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di wilayah padat permukiman agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, demi meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan tempat tinggal. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan