ilustrasi

Kebakaran Pontianak Lukai Dua Bersaudara, Lima Rumah Terdampak

Kebakaran yang bermula dari satu rumah di kawasan padat penduduk Pontianak Selatan melukai dua bersaudara dan menyebabkan lima rumah mengalami kerusakan berat, sementara penyebabnya masih diselidiki polisi.

PONTIANAK – Dua bersaudara mengalami luka bakar dan lima rumah rusak berat setelah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Ketapang, Gang Ketapang 3, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Sabtu (29/08/2026) pagi. Salah satu korban terluka serius setelah kembali masuk ke rumah yang terbakar untuk mencoba memadamkan api.

Kebakaran yang dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi itu bermula dari rumah milik The Lim alias Ahong (60). Saat kejadian, The Lim sedang tidur bersama adiknya, Djhony Salim (58), sebelum terbangun karena mencium bau asap dan mendapati api telah membakar bagian rumah.

The Lim kemudian membangunkan Djhony dan keduanya berusaha keluar untuk menyelamatkan diri. Setelah berhasil berada di luar rumah, Djhony kembali masuk sambil membawa ember untuk membantu memadamkan api yang semakin membesar.

Upaya tersebut menyebabkan Djhony terkena kobaran api dan mengalami luka bakar serius. Sementara itu, api terus membesar dan dengan cepat merambat ke bangunan lain yang berdiri berdekatan di kawasan tersebut.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pontianak Selatan Inayatun Nurhasanah, sebagaimana dilansir Aksaraloka, Sabtu, (29/08/2026), mengatakan api pertama kali diketahui berasal dari rumah The Lim sebelum menjalar ke bangunan di sekitarnya.

“Api pertama kali diketahui berasal dari rumah saudara The Lim alias Ahong dan kemudian merambat ke rumah di sekitar lokasi,” kata Inayatun.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Feni, informasi mengenai kebakaran diterimanya dari seorang pengunjung ketika sedang bekerja di Warung Kopi (Warkop) 1001. Dalam laporan disebutkan, saksi memperoleh informasi tersebut sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sedangkan waktu kejadian pada keterangan awal disebut sekitar pukul 08.00 WIB.

“Ia kemudian mengecek lokasi dan melihat kobaran api berasal dari arah rumah The Lim dan langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar pun berusaha melakukan penanganan awal sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba,” jelas Inayatun.

Warga yang mengetahui kebakaran melakukan penanganan awal sebelum puluhan personel dan armada pemadam tiba di lokasi. Pemadaman melibatkan sejumlah unit, antara lain Pemadam Kebakaran FX Cemerlang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Kubu Raya, Merdeka, Budi Pekerti, Bala’ Komando, Panca Bhakti, Yayasan Pemadam Kebakaran Khatulistiwa, Mitra Bhakti, Kapuas Bhakti Barito, dan Tanjungpura.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, kebakaran telah berdampak terhadap lima rumah yang diperkirakan mengalami tingkat kerusakan hingga 100 persen.

Djhony mengalami luka bakar yang diperkirakan mencapai 70 persen dan menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Kharitas Bhakti Pontianak. Sementara The Lim mengalami luka bakar sekitar 20 persen dan dirawat di RS Anton Soedjarwo/Bhayangkara Pontianak.

Hingga proses pemadaman selesai, polisi belum memastikan sumber awal yang memicu kebakaran maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut. Petugas masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman di lokasi.

“Untuk penyebab pasti kebakaran dan jumlah kerugian materiil masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” ujar Inayatun.

Polisi juga mengingatkan agar kondisi bangunan dan instalasi listrik di sekitar lokasi dipastikan aman untuk mencegah munculnya sumber api baru. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena jarak antarrumah di kawasan permukiman padat membuat api berpotensi menjalar cepat sebelum dapat dikendalikan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com