DLH Nunukan mengimbau masyarakat tidak meninggalkan sampah alas salat di masjid demi menjaga kebersihan dan kenyamanan ibadah.
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan mengingatkan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga kebersihan masjid menjelang Hari Raya Idulfitri, menyusul meningkatnya temuan sampah bekas alas salat yang ditinggalkan jamaah.
Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menggunakan kardus atau kertas sekali pakai sebagai alas salat, lalu meninggalkannya begitu saja di area masjid setelah ibadah.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Persampahan DLH Nunukan Muhammad Irfan Akmad mengatakan fenomena tersebut kerap ditemukan oleh petugas kebersihan, terutama pada momentum meningkatnya aktivitas ibadah.
“Selama ini kami sering menemukan sampah kardus atau kertas di masjid yang digunakan sebagai alas salat kemudian ditinggalkan begitu saja. Hal ini sebenarnya bisa dihindari dengan membawa tikar atau alas salat yang bisa dipakai ulang,” ujar Irfan, sebagaimana dilansir SIMP4TIK, Selasa (17/03/2026).
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan tempat ibadah, tetapi juga menambah beban kerja petugas kebersihan yang harus menangani volume sampah tambahan setiap harinya.
DLH Nunukan menilai pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya, termasuk dalam aktivitas ibadah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan alas salat yang bisa dipakai kembali, setelah selesai salat, sampah tidak ditinggalkan, sehingga masjid tetap bersih dan nyaman untuk ibadah,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Nunukan mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan, khususnya dalam penggunaan barang sekali pakai yang berpotensi menjadi limbah.
Momentum Ramadan dan Idulfitri diharapkan menjadi titik awal peningkatan kepedulian bersama terhadap kebersihan fasilitas umum, sehingga lingkungan masjid tetap terjaga dan nyaman bagi seluruh jamaah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan