SAMBAS – Hilangnya seorang pekebun durian lanjut usia di Kabupaten Sambas masih menyisakan tanda tanya. Toni (65), warga Dusun Senipahan, Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah pergi ke kebun duriannya sejak pertengahan Desember 2025.
Korban diketahui terakhir kali berangkat ke kebun miliknya pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sejak saat itu, ia tak pernah terlihat kembali, hingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat pada Kamis, (01/01/20250.
Koordinator Pos SAR Sintete, Zulhijah, mengungkapkan bahwa pengecekan awal dilakukan di pondok kebun tempat korban biasa beraktivitas. Namun, saat dicek ulang beberapa hari kemudian, korban sudah tidak berada di lokasi. “Saat dilakukan pengecekan kembali pada Minggu, 21 Desember 2025, korban sudah tidak ditemukan di pondok kebun,” kata Zulhijah kepada wartawan.
Zulhijah menjelaskan, pihak keluarga sempat berinisiatif melakukan pencarian secara mandiri bersama warga sekitar pada 26 Desember 2025. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. “Keluarga kemudian melapor ke Kepala Desa Santaban, dan pada 28 Desember 2025 membuat laporan resmi ke Polsek Sajingan Besar,” ujarnya.
Dalam proses pengecekan di sekitar pondok kebun, keluarga menemukan sisa makanan berupa nasi dan lauk pauk yang telah membusuk serta ditumbuhi jamur. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa pondok telah lama ditinggalkan. “Kami menemukan sisa makanan yang sudah basi dan berjamur. Ini mengindikasikan pondok tersebut sudah lama tidak ditempati korban,” jelas Zulhijah.
Merasa khawatir dengan kondisi tersebut, keluarga akhirnya meminta bantuan Tim SAR untuk melakukan pencarian lebih luas. “Upaya pencarian awal sudah dilakukan keluarga bersama warga, tetapi sampai sekarang belum ada hasil,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Pontianak memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Sintete pada Kamis pagi. “Tim kami berangkat pukul 06.02 WIB menggunakan kendaraan operasional dan sepeda motor trail,” ujar Zulhijah.
Ia menambahkan, jarak tempuh menuju lokasi mencapai hampir 98 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar dua jam. “Perkiraan tiba di lokasi sekitar pukul 08.09 WIB,” tambahnya.
Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Pos SAR Sintete, Polsek Sajingan Besar, Koramil Sejangkung 02, perangkat Desa Santaban, Puskesmas Sajingan Besar, hingga masyarakat dan keluarga korban.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap Toni masih terus berlangsung. Tim gabungan masih menyisir area kebun dan sekitarnya, namun keberadaan korban belum ditemukan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan