KUTAI KARTANEGARA – Pencarian Edo (30), pekerja sawit yang dilaporkan hanyut di Sungai Santan Ulu pada Minggu (18/01/2026), berakhir tragis. Korban ditemukan meninggal dunia, sekitar 3 kilometer dari titik terjatuh, Selasa (20/01/2026).
Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, membenarkan penemuan tersebut dan menyampaikan kondisi korban saat ditemukan. “Tim pencarian sudah menemukan Edo. Sayangnya, ia sudah meninggal dunia. Evakuasi juga telah dilakukan,” ujarnya.
Informasi awal menunjukkan korban mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh, diduga akibat benturan saat hanyut terbawa arus sungai. Proses identifikasi oleh kepolisian pun tengah berlangsung untuk memastikan kondisi dan penyebab luka. “Dari laporan yang masuk, terdapat luka di beberapa bagian tubuh, kemungkinan karena terbentur batu atau tepi sungai saat hanyut,” tambah Heri.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Edo terjatuh ke sungai saat tengah melangsir buah sawit menggunakan kereta gantung di lokasi kerja, Dusun Wiradua, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu.
Kapolsek Marangkayu, AKP Risal, membenarkan identitas korban dan kronologi awal kejadian. “Korban bernama Edo, berusia 30 tahun, warga RT 02, Dusun Wiradua. Ia terjatuh saat melangsir sawit menggunakan kereta gantung. Tim kami telah melakukan pencarian sejak laporan diterima dan akhirnya berhasil ditemukan,” jelasnya.
Kematian Edo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja. Warga setempat mengingatkan pentingnya keselamatan kerja, terutama di area perairan dan lokasi tinggi, agar tragedi serupa tidak terulang. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan