MALINAU – Perjalanan tim pelayanan kesehatan keliling di wilayah pedalaman Kabupaten Malinau sempat diwarnai insiden kecelakaan sungai. Sebuah perahu ketinting yang mengangkut tenaga kesehatan dari Puskesmas Long Alango dilaporkan terbalik saat melintasi Sungai Bahau di Kecamatan Bahau Hulu, Jumat 6 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 WITA.
Perahu tersebut karam setelah diterjang gelombang sungai atau giram ketika rombongan sedang dalam perjalanan menuju desa-desa terpencil untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kapolsek Long Pujungan, IPDA Ronni, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika tim kesehatan sedang menjalankan tugas dinas ke Desa Long Uli dan Desa Long Tebulo. Rombongan berangkat dari Desa Long Alango menggunakan beberapa perahu ketinting karena jalur sungai merupakan satu-satunya akses menuju wilayah tersebut.
Menurut Ronni, insiden terjadi ketika salah satu perahu yang membawa tiga orang melintasi pertemuan arus di sekitar muara Sungai Lutung yang merupakan cabang dari Sungai Bahau. “Ketika melintas di pertemuan arus sungai, perahu yang ditumpangi tiga orang tersebut tiba-tiba dihantam gelombang dari arah berlawanan sehingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik,” ujar Ronni saat memberikan keterangan kepada awak media.
Perahu tersebut dikemudikan oleh Emet Amat (39), warga Desa Long Alango yang bertugas sebagai pengemudi ketinting. Dua penumpang lainnya merupakan tenaga kesehatan, yakni Bertin Pasorong (48) yang berstatus pegawai negeri sipil serta Yusup Udau (36) yang merupakan tenaga kesehatan berstatus PPPK dan berdomisili di Desa Long Kemuat.
Saat perahu terbalik, ketiga penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepi sungai. Berkat kesigapan mereka, seluruh penumpang berhasil mencapai daratan dalam keadaan selamat.
Ronni mengatakan bahwa meskipun tidak ada korban luka serius, para korban sempat mengalami syok akibat kejadian tersebut. “Semua penumpang berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka berat. Namun mereka sempat mengalami trauma setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik,” katanya.
Diketahui, rombongan pelayanan kesehatan keliling tersebut berjumlah 13 orang yang terdiri dari delapan tenaga kesehatan dan lima pengemudi perahu. Mereka menggunakan lima unit perahu ketinting untuk menjangkau sejumlah desa di wilayah pedalaman Bahau Hulu yang sulit diakses melalui jalur darat.
Meskipun sempat terjadi kecelakaan, kegiatan pelayanan kesehatan tetap dilanjutkan sesuai rencana. Setelah menyelesaikan tugas di desa tujuan, seluruh rombongan kembali ke Desa Long Alango pada Sabtu (07/03/2026) sekitar pukul 18.00 WITA dengan menggunakan perahu long boat.
Akibat insiden tersebut, satu unit mesin ketinting jenis Honda Mega 19 HP dilaporkan tenggelam dan tidak dapat ditemukan. Selain itu, beberapa barang milik rombongan juga hanyut terbawa arus sungai.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp12 juta. Pihak kepolisian menyebut kondisi Sungai Bahau saat itu sebenarnya berada pada ketinggian normal, namun arus yang cukup deras di titik pertemuan sungai diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan perahu kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan