Ketua Komisi III DPRD Paser Dorong Penguatan Sosialisasi Pencegahan HIV

PASER — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso, menyoroti meningkatnya kasus HIV di Kalimantan Timur yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menegaskan bahwa persoalan HIV tidak dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan tantangan bersama yang memerlukan perhatian serius dan langkah pencegahan yang terencana.

Hal tersebut disampaikan Edwin Santoso saat diwawancarai pada Jumat (3/1/2026). Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren peningkatan kasus HIV yang kini mulai menyasar kalangan pelajar. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar segera bertindak.

“Peningkatan kasus HIV tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur, tetapi juga hampir di seluruh Indonesia, dan yang paling mengkhawatirkan adalah tren ini mulai menyasar kalangan pelajar. Ini tentu menjadi alarm serius bagi kita semua,” ujar Edwin.

Edwin menjelaskan bahwa penyebaran HIV tidak terlepas dari berbagai perilaku berisiko, seperti pergaulan bebas dan minimnya pemahaman remaja mengenai penyakit menular seksual. Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Paser untuk menyusun program pencegahan yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Kesehatan, harus benar-benar fokus pada upaya sosialisasi yang terarah ke sekolah-sekolah. Edukasi sejak dini tentang bahaya HIV dan dampaknya bagi masa depan anak-anak kita menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Menurut Edwin, kelompok remaja dan pelajar harus menjadi sasaran utama dalam program pencegahan. Ia menilai bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, tidak hanya penyalahgunaan narkoba, tetapi juga pergaulan bebas yang semakin terbuka dan sulit dikontrol.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa selain narkoba, pergaulan bebas juga menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan HIV. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kelompok remaja, di mana karakter dan pola pikir mereka masih bisa dibentuk,” jelasnya.

Sebagai pimpinan Komisi III DPRD Paser yang membidangi kesejahteraan rakyat, Edwin menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna menekan laju penyebaran HIV.

Ia juga mengingatkan para remaja agar lebih selektif dalam bergaul dan menghindari aktivitas yang berpotensi merugikan masa depan.

“Saya berharap anak-anak muda di Kabupaten Paser bisa menjauhi pergaulan bebas dan kegiatan-kegiatan negatif. Saat ini banyak tren positif seperti olahraga dan aktivitas produktif lainnya yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

Selain itu, Edwin menyoroti kebiasaan nongkrong hingga larut malam yang dinilainya perlu dibatasi karena dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, serta produktivitas generasi muda.

“Remaja saat ini harus mulai berpikir ke depan, bagaimana caranya hidup sehat, mandiri, dan mampu menciptakan peluang ekonomi sendiri. Fokus pada hal-hal positif akan sangat membantu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan,” pungkasnya.

Edwin optimistis, dengan penguatan edukasi, keterlibatan sekolah, dukungan keluarga, serta peran aktif masyarakat, upaya pencegahan HIV di Kabupaten Paser dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan demi melindungi generasi muda sebagai aset masa depan daerah. []

Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com