KETAPANG – Misteri hilangnya seorang kakek di ladang selama dua hari di Desa Tajok Kayong, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, akhirnya terjawab. Molyadi (60) ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis (15/01/2026), setelah pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan dan warga setempat.
Peristiwa itu menyisakan kisah yang membuat merinding. Selama dua hari berada di ladang, Molyadi mengaku seperti tidak sendirian. Ia merasakan seolah ada sosok yang mengarahkannya hingga membuatnya tersesat dan tak mampu kembali pulang.
Saya merasa seperti dibawa ke arah yang tidak saya kenal. Karena kelelahan, saya memilih berhenti dan bertahan di satu tempat. Ada perasaan seperti selalu ditemani, meski saya tidak melihat siapa pun, tutur Molyadi saat dievakuasi Tim SAR.
Ia juga mengaku sempat mendengar suara panggilan dan teriakan orang yang mencarinya. Namun, setiap kali suara itu terdengar, tidak ada satu pun orang yang tampak di sekitarnya. Saya dengar seperti ada yang memanggil dan berteriak mencari, tapi saat saya lihat, tidak ada siapa-siapa. Saya hanya bertahan semampu saya sampai akhirnya ditemukan, katanya dengan suara lemah.
Setelah ditemukan, Molyadi langsung dipulangkan ke rumahnya. Kondisinya tampak lemas dan linglung. Keluarga menyebutkan, Molyadi memiliki riwayat penyakit gula darah tinggi yang diduga memperparah kondisinya selama berada di ladang.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan kronologi awal kejadian. Menurutnya, Molyadi terakhir terlihat pada Selasa (13/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke ladang.
Namun hingga pukul 14.00 WIB, Molyadi tak kunjung pulang. Istrinya, Sahara, bersama seorang kerabat bernama Delvin, kemudian menyusul ke ladang. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ketika keluarga tiba di lokasi ladang, korban tidak ditemukan. Kondisi korban yang mudah lelah serta mengalami gangguan penglihatan membuat keluarga semakin khawatir, jelas Junetra.
Sebelum Tim SAR resmi diterjunkan, pencarian sempat dilakukan secara mandiri oleh anggota Koramil, warga, dan keluarga. Namun hingga malam hari, Molyadi belum ditemukan, sehingga laporan resmi disampaikan ke Kantor SAR Pontianak.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Kamis (15/01/2026) pukul 09.15 WIB. Molyadi ditemukan dalam keadaan selamat di titik koordinat 1°36’42.00″S – 110°35’7.34″E, atau sekitar 2,37 kilometer dari lokasi awal keberangkatan.
Korban segera dievakuasi dan diserahkan kembali kepada keluarga untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya, pungkas Junetra. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan