Klinik di Lebanon Selatan Diserang, Belasan Tenaga Kesehatan Tewas

BEIRUT – Ketegangan di kawasan Lebanon selatan kembali meningkat setelah sebuah fasilitas kesehatan di wilayah Bourj Qalaouiyeh menjadi sasaran serangan udara pada Sabtu (14/03/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 tenaga medis yang tengah bertugas memberikan layanan kesehatan kepada warga setempat.

Informasi yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa korban tewas terdiri atas sejumlah dokter dan perawat yang berada di dalam klinik saat serangan terjadi. Selain korban jiwa, satu tenaga kesehatan lainnya dilaporkan mengalami luka akibat insiden tersebut.

Tim penyelamat hingga kini masih terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun reruntuhan bangunan klinik. Operasi pencarian dilakukan oleh petugas medis dan relawan setempat di tengah situasi keamanan yang masih belum sepenuhnya kondusif.

Pemerintah Lebanon mengecam keras serangan yang disebut menyasar fasilitas kesehatan tersebut. Otoritas setempat menilai insiden ini menambah panjang daftar korban dari kalangan tenaga medis dalam konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.

Data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, sedikitnya 31 tenaga medis dilaporkan tewas akibat berbagai serangan yang terjadi di negara itu. Serangan terbaru di Bourj Qalaouiyeh juga disebut terjadi tidak lama setelah insiden lain yang menargetkan paramedis di kota Al-Sawana, yang juga berada di kawasan Lebanon selatan.

Selain itu, pihak Lebanon menuding serangan berulang kali menyasar ambulans serta petugas kesehatan yang sedang menjalankan operasi penyelamatan korban konflik.

Secara keseluruhan, hingga Sabtu (14/03/2026), jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan yang terjadi di Lebanon dilaporkan mencapai 826 orang. Dari jumlah tersebut, 65 korban merupakan perempuan dan 106 lainnya adalah anak-anak. Sementara itu, lebih dari 2.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menerima laporan terkait insiden di Bourj Qalaouiyeh. “Insiden tersebut sedang ditinjau,” kata pihak militer Israel ketika dimintai tanggapan mengenai serangan tersebut.

Militer Israel juga menuding kelompok Hizbullah memanfaatkan ambulans serta fasilitas medis untuk kepentingan militer. Tuduhan tersebut menjadi dasar peringatan yang disampaikan oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee.

Ia menegaskan bahwa Israel akan mengambil langkah yang dianggap perlu terhadap aktivitas militer yang disebut melibatkan penggunaan fasilitas kesehatan atau ambulans oleh Hizbullah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, turut menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya jumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon.

“Sejak 2 Maret, WHO telah memverifikasi 27 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon, yang mengakibatkan 30 orang tewas dan 35 lainnya terluka, termasuk peristiwa mengerikan pada Jumat,” tulis Ghebreyesus melalui media sosial.

Organisasi kesehatan global tersebut menilai perlindungan terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus menjadi prioritas di tengah konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

Konflik di kawasan tersebut semakin kompleks setelah Lebanon terseret dalam dinamika perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kelompok Hizbullah di Lebanon disebut melakukan serangan terhadap Israel sebagai respons atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan awal yang dilakukan Washington bersama Tel Aviv ke Teheran.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah kembali berada dalam ketegangan tinggi, dengan dampak kemanusiaan yang terus meningkat, termasuk bagi tenaga medis yang seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com