KNPI Kutim Gandeng KONI dan PASI Cari Bibit Atlet Lewat Street Run

KUTAI TIMUR – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menghidupkan suasana bulan suci Ramadan melalui berbagai kegiatan positif yang dikemas dalam program Ramadan Fest 2026. Salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat adalah perlombaan Street Run 100 meter yang digelar di kawasan depan Kantor Polsek Sangatta Utara, Minggu (08/03/2026) malam.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang ingin menyalurkan bakat dan energi mereka dalam bidang olahraga. Ajang ini menjadi salah satu upaya KNPI Kutai Timur untuk menghadirkan aktivitas yang produktif bagi pemuda selama bulan Ramadan.

Bendahara Umum DPD KNPI Kutai Timur, Syamsul Arief, menjelaskan bahwa kegiatan Street Run merupakan bagian dari rangkaian Ramadan Fest yang dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus bentuk apresiasi bagi generasi muda di daerah tersebut.

“Kami menyelenggarakan Ramadan Fest, di mana salah satu rangkaiannya adalah Street Run 100 meter. Ini untuk mengapresiasi anak-anak muda agar kegiatannya lebih positif selama bulan puasa ini,” ujar Syamsul kepada awak media di depan Kantor Polsek Sangatta Utara pada Minggu malam (08/03/2026).

Menurut panitia, antusiasme peserta pada pelaksanaan tahun ini cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 250 orang, terdiri dari peserta putra dan putri.

Ketua Panitia Pelaksana, Aldi, menjelaskan bahwa perlombaan dibagi ke dalam beberapa kategori agar dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia.

Ia merinci bahwa terdapat empat kategori utama dalam perlombaan tersebut, yakni kategori Remaja (12–16 tahun), Pemuda (17–32 tahun), Putri Umum (12–32 tahun), serta kategori khusus Atlet.”Kalau atlet kita campur aja,” kata Aldi.

Sementara itu, Sekretaris Ramadan Fest KNPI Kutai Timur, Dimas, menyampaikan bahwa meskipun kegiatan Street Run ini baru memasuki tahun kedua penyelenggaraan, panitia berupaya meningkatkan kualitas perlombaan dengan menerapkan standar yang lebih profesional.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun ini panitia mulai mengadopsi regulasi resmi dari dunia atletik agar kompetisi berjalan lebih tertib dan sesuai standar olahraga.

“Kalau dari tahun lalu itu kan benar-benar kayak jalanan. Kalau untuk di tahun ini benar-benar kita mengikuti aturan regulasi yang ada di PASI. Mulai dari penggunaan start jongkok dan aturan lainnya sudah sesuai standar,” jelas Dimas.

Langkah tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak terkait, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Timur dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kutai Timur, sehingga kegiatan Street Run tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pemantauan dan pembinaan bibit atlet potensial di daerah.

Selain aspek kompetisi, panitia juga menaruh perhatian besar terhadap faktor keamanan dan keselamatan peserta. Mengingat perlombaan berlangsung di jalan raya dan melibatkan ratusan peserta, berbagai instansi dilibatkan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

“Kami melibatkan dari kesehatan dari Polres. Kesehatan dari Polres. Terus kalau untuk keterlibatan sendiri mungkin dari Polsek ada, Kecamatan, dan dari Dispora,” tutup Dimas.

Melalui kegiatan tersebut, KNPI Kutai Timur berharap Street Run Ramadan dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong generasi muda untuk menjalani gaya hidup sehat, sportif, serta menjauhi berbagai aktivitas negatif selama bulan suci Ramadan. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com