TABALONG – Awal pekan di kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tabalong mendadak terasa berbeda, Senin (02/03/2026). Tanpa pemberitahuan sebelumnya, seluruh pegawai yang datang bekerja pukul 08.00 WITA langsung diarahkan menjalani tes urine.
Langkah mendadak itu dilakukan sesaat setelah libur akhir pekan. Pemeriksaan dipimpin oleh Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) sebagai bagian dari pengawasan internal yang diklaim semakin diperketat.
Kepala BNNK Tabalong, Tukiman, memastikan tidak ada pegawai yang luput dari pemeriksaan, termasuk dirinya. Ia menyatakan, seluruh jajaran wajib mengikuti prosedur yang sama sebagai bentuk transparansi.
“Semua pegawai tanpa terkecuali diperiksa, termasuk saya. Ini bentuk komitmen kami menjaga integritas lembaga,” ujarnya.
Menurut Tukiman, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia guna memperkuat pengawasan internal sekaligus memastikan lingkungan kerja tetap steril dari penyalahgunaan narkotika.
Ia menambahkan, tes mendadak ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari deteksi dini untuk menutup celah potensi pelanggaran. “Pengawasan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala agar tidak ada ruang bagi penyimpangan,” tegasnya.
Sebanyak 21 pegawai tercatat mengikuti pemeriksaan. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif narkoba. Meski tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan, BNNK Tabalong menegaskan pengawasan akan tetap berjalan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut juga disebut sebagai dukungan konkret terhadap program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Dengan pengawasan internal yang ketat, institusi berharap mampu menjadi contoh dalam membangun budaya kerja bersih dan profesional. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan