KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan skema pinjaman sebesar Rp820 miliar dari Bank Kaltimtara untuk membayar utang proyek tahun anggaran 2025 kepada para kontraktor. Pembayaran diperkirakan akan dilakukan setelah proses akad kredit dengan pihak bank selesai, yang diharapkan terlaksana menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan hal itu usai menerima perwakilan forum kontraktor di Kantor Bupati Kukar, Kamis (12/03/2026). Para kontraktor datang untuk menanyakan kepastian pembayaran proyek yang telah diselesaikan.
“Teman-teman kontraktor datang mempertanyakan kejelasan pembayaran utang tahun 2025. Apalagi sekarang sudah mendekati Lebaran dan mereka juga ditekan oleh para pegawai maupun pekerja untuk menunaikan kewajiban pembayaran,” kata Aulia.
Ia menjelaskan, Pemkab Kukar telah menyiapkan strategi penyelesaian utang melalui pinjaman dari Bank Kaltimtara senilai Rp820 miliar, yang merupakan total kewajiban pemerintah daerah kepada pihak ketiga setelah diaudit oleh Inspektorat.
“Tadi kami sudah menelepon pihak Bank Kaltimtara untuk mempercepat prosesnya. Harapannya, akad kredit bisa dilakukan besok. Jika itu terjadi, sore harinya atau paling lambat Senin pagi dana sudah bisa dicairkan,” ujar Bupati.
Setelah dana masuk ke kas daerah, pembayaran akan segera disalurkan kepada para kontraktor. Namun, proses administrasi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) tetap harus diselesaikan, termasuk pembuatan dokumen SPP, SPM, hingga penerbitan SP2D sebagai dasar pencairan.
“Kami berharap teman-teman kontraktor bisa bersabar. Dari pihak bank juga berkomitmen untuk mempercepat prosesnya,” tambah Aulia.
Perwakilan kontraktor, Novi Pratidina, menyambut baik komitmen Pemkab Kukar dan berharap pembayaran dapat segera terealisasi. “Pak Bupati tadi menyampaikan kalau tidak ada halangan, kemungkinan Senin atau Selasa sudah bisa dieksekusi. Kami juga melihat beliau langsung menelepon pimpinan Bank BPD Kaltim untuk mempercepat prosesnya,” kata Novi.
Ia menambahkan, nilai utang yang akan dibayarkan mencapai sekitar Rp800 miliar dengan ratusan kontraktor terlibat. Sebagian besar proyek telah selesai 100 persen dan tersebar di berbagai wilayah di Kukar. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan