AMSTERDAM – Gelombang cuaca ekstrem mengguncang Eropa pada Selasa, (06/01/2026), membuat aktivitas transportasi lumpuh di sejumlah negara, termasuk Belanda. Amsterdam menjadi pusat krisis, di mana Bandara Internasional Schiphol berubah menjadi zona hantu setelah lebih dari 400 penerbangan dibatalkan akibat salju tebal dan suhu ekstrem yang membeku. Ratusan penumpang terpaksa menunggu di terminal tanpa kepastian waktu keberangkatan, sementara landasan bandara tertutup lapisan es tebal.
Seorang juru bicara Bandara Schiphol mengatakan, “Pada pagi ini, 6 Januari, landasan sepenuhnya tertutup es, dan lebih dari 400 penerbangan tidak bisa beroperasi. Kami berusaha keras memulihkan layanan secepat mungkin.”
Maskapai Air France-KLM menambahkan, “Bahan kimia untuk menghilangkan es hampir habis. Beberapa pesawat tidak bisa lepas landas hingga landasan benar-benar aman.”
Transportasi darat juga lumpuh. Operator kereta api nasional Belanda, NS, menyatakan, “Kereta hampir sepenuhnya berhenti pagi ini, 6 Januari. Layanan hanya dijalankan secara terbatas sesuai situasi jalan dan cuaca.” Jalur bus di Utrecht bahkan dihentikan hingga Rabu pagi karena kondisi jalan yang licin.
Meski kemacetan di jalan raya lebih ringan dibanding biasanya karena banyak karyawan bekerja dari rumah otoritas tetap memperingatkan masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak.
Institut Meteorologi Belanda memperingatkan bahwa curah salju akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. “Perjalanan udara dan darat diperkirakan akan tetap terganggu hingga cuaca membaik,” ujar juru bicara lembaga tersebut.
Fenomena ini menjadi peringatan keras bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem dapat mengguncang aktivitas publik dalam skala besar, bahkan di negara-negara dengan infrastruktur transportasi yang kuat. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan