Langit Iran Membara, Puluhan Drone Musuh Dihancurkan

TEHERAN – Militer Iran mengumumkan telah menjatuhkan sedikitnya 10 drone canggih dalam satu hari operasi pertahanan, sehingga total 22 unit drone jenis Hermes yang diduga milik Amerika Serikat dan Israel berhasil dilumpuhkan.

Pernyataan tersebut disampaikan otoritas Iran pada (02/03/2026) di tengah eskalasi konflik yang mereka sebut telah memasuki fase perlawanan penuh.

Pejabat militer Iran menegaskan bahwa kemampuan tempur maksimal mereka bahkan belum dikerahkan. “Apa yang terjadi saat ini belum mencerminkan kekuatan utama Iran. Opsi militer yang lebih kuat masih tersedia dan dapat digunakan sewaktu-waktu,” demikian disampaikan otoritas pertahanan Iran.

Iran juga mengirimkan peringatan keras kepada Washington dan Tel Aviv. “Pihak yang melakukan serangan akan menghadapi konsekuensi serius dalam waktu dekat,” lanjut pernyataan tersebut.

Para pemimpin Iran menggambarkan situasi ini berbeda dari konflik sebelumnya. Mereka menyebutnya sebagai pertarungan eksistensial yang tidak memberi ruang bagi kompromi. “Dalam konflik ini tidak ada jalan mundur. Kami tidak akan menyerah sebelum mampu mempertahankan kedaulatan dan kehormatan negara,” ujar salah satu pejabat senior.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap kapal induk Amerika, USS Abraham Lincoln, di kawasan Teluk.

Serangan tersebut disebut dilakukan menggunakan empat rudal balistik sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan sebelumnya. “Kapal induk itu menjadi sasaran rudal balistik kami dalam operasi balasan,” kata pernyataan militer Iran.

Garda Revolusi juga menyampaikan peringatan bahwa wilayah operasi, baik daratan maupun perairan, dapat berubah menjadi zona berbahaya bagi pihak yang dianggap musuh. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari militer AS terkait dampak serangan tersebut.

Diketahui, kapal induk itu telah beroperasi di Laut Arab sejak akhir Januari, sebelum konflik memanas setelah operasi militer bertajuk Epic Fury dilancarkan pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Khamenei, serta ratusan warga sipil. Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada 28 Februari dan 1 Maret, termasuk serangan ke wilayah Riyadh dan provinsi Timur Arab Saudi. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com