Latihan Militer Gabungan China–Rusia–Iran Panaskan Laut Afrika

CAPE TOWN – Kehadiran kapal-kapal perang milik Tiongkok, Rusia, dan Iran di perairan Afrika Selatan menarik perhatian komunitas internasional. Ketiga negara tersebut dilaporkan menggelar latihan angkatan laut bersama selama sepekan sebagai bagian dari kerja sama militer yang semakin intensif di tengah dinamika geopolitik global.

Latihan laut gabungan ini berlangsung di wilayah strategis Afrika Selatan, yang dikenal sebagai jalur pelayaran penting bagi perdagangan internasional. Sejumlah kapal tempur dari masing-masing negara telah tiba dan bersiaga untuk mengikuti berbagai skenario latihan, mulai dari manuver laut, pengamanan jalur pelayaran, hingga simulasi operasi gabungan.

Pihak militer Afrika Selatan menyebut latihan tersebut dilakukan berdasarkan agenda yang telah direncanakan sebelumnya dan melibatkan pengawasan ketat dari otoritas setempat. Seorang pejabat pertahanan setempat mengatakan latihan ini bersifat rutin dan bertujuan meningkatkan interoperabilitas antarmiliter negara peserta.

“Latihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan kerja sama di laut serta pertukaran pengalaman operasional antarangkatan laut,” ujar seorang perwira Angkatan Laut Afrika Selatan, Minggu (11/01/2025).

Meski demikian, kehadiran kapal perang dari China, Rusia, dan Iran dalam satu latihan bersama tetap memunculkan beragam tafsir. Ketiga negara tersebut dikenal memiliki hubungan politik dan militer yang kerap dipandang berseberangan dengan blok Barat. Karena itu, latihan ini dinilai sebagai sinyal politik sekaligus unjuk kekuatan di tengah ketegangan global yang belum mereda.

Pengamat militer menilai latihan tersebut bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan juga bentuk diplomasi pertahanan. “Latihan ini mengirim pesan bahwa ketiga negara memiliki kesamaan kepentingan strategis dan mampu berkoordinasi di kawasan penting,” kata seorang analis keamanan internasional.

Di sisi lain, otoritas Afrika Selatan menegaskan bahwa negaranya bersikap netral dan terbuka terhadap kerja sama pertahanan dengan berbagai pihak. Pemerintah setempat menyatakan latihan ini tidak ditujukan kepada negara tertentu dan semata-mata bertujuan meningkatkan stabilitas dan keamanan maritim.

Latihan angkatan laut multinasional ini mencakup simulasi patroli bersama, latihan komunikasi, serta operasi penyelamatan di laut. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan pelayaran sipil di sekitar area latihan.

Kehadiran armada gabungan tersebut juga menjadi sorotan publik dan media internasional karena berlangsung di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global, khususnya terkait konflik di berbagai kawasan dan perebutan pengaruh di jalur-jalur laut strategis.

Latihan ini diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu penuh sebelum kapal-kapal perang kembali ke pangkalan masing-masing. Meski bersifat sementara, kehadiran mereka di perairan Afrika Selatan dinilai mencerminkan pergeseran lanskap kerja sama militer global yang semakin kompleks. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com