Lemur Curian dari Bangladesh Berakhir di Gujarat

Bangladesh meminta bantuan Interpol untuk memulangkan dua lemur ekor cincin yang diduga dicuri dari taman safari dan diselundupkan ke India, tetapi proses identifikasi terkendala ketiadaan mikrocip dan profil DNA.

GUJARAT – Upaya Bangladesh memulangkan dua lemur ekor cincin yang diduga diselundupkan ke India menghadapi kendala karena kedua satwa tersebut tidak memiliki mikrocip, nomor identifikasi unik, maupun profil DNA. Hewan yang dicuri dari Taman Safari Gazipur itu diketahui berada di Vantara, pusat konservasi dan kebun binatang pribadi di Gujarat.

Departemen Investigasi Kriminal Bangladesh mengungkap kedua lemur tersebut merupakan bagian dari kelompok satwa yang dicuri dari Taman Safari Gazipur pada Maret 2025. Penyelidik menduga satwa itu kemudian diselundupkan keluar Bangladesh melalui perbatasan Darshana di Chuadanga menuju India, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu, (16/09/2026).

Lemur ekor cincin merupakan satwa asli Madagaskar yang termasuk spesies sangat terancam punah. Sebelum berada di taman safari, hewan tersebut masuk ke Bangladesh melalui Bandara Dhaka pada 2018 dengan menggunakan deklarasi palsu kepada petugas bea cukai.

Setelah diselamatkan, lemur-lemur tersebut dipindahkan ke Taman Safari Gazipur. Namun, sebagian satwa kemudian hilang dari fasilitas tersebut. Penyelidik menduga pencurian melibatkan seorang petugas keamanan dan seorang petugas perbatasan.

Berdasarkan keterangan tersangka, lemur yang dicuri dibawa melewati perbatasan menuju India. Satwa tersebut kemudian berpindah tangan melalui sejumlah orang sebelum akhirnya dibawa ke Jamnagar, Gujarat.

Penyelidik menduga dua lemur tersebut kemudian dijual kepada sebuah lembaga yang berkaitan dengan Vantara, pusat konservasi dan kebun binatang yang dikelola Radhe Krishna Temple Elephant Welfare Trust dengan dukungan Reliance, konglomerasi bisnis milik Mukesh Ambani.

Keberadaan lemur di Vantara diketahui otoritas Bangladesh setelah foto kedua satwa tersebut muncul di media sosial. Foto itu memperlihatkan lemur yang berada di fasilitas konservasi tersebut.

Bangladesh kemudian meminta bantuan Organisasi Polisi Kriminal Internasional (Interpol) untuk membantu proses pemulangan kedua satwa. Namun, proses identifikasi menjadi persoalan karena tidak tersedia data biologis yang dapat digunakan untuk memastikan asal-usul hewan.

Pihak berwenang kini berupaya membuat profil DNA dari seekor lemur muda yang masih berada di Bangladesh. Profil tersebut akan digunakan untuk mengetahui kemungkinan hubungan darah antara lemur yang berada di Bangladesh dengan dua satwa yang diduga diselundupkan ke India.

Menurut laporan media Bangladesh Ajker Potrika, para pelaku menjual lemur-lemur tersebut dengan harga hampir 4,8 juta rupee. Enam dari delapan tersangka dalam kasus penyelundupan itu disebut telah memberikan pengakuan di hadapan pengadilan setempat.

Vantara merupakan kompleks konservasi dan kebun binatang seluas sekitar 3.500 hektare di Gujarat. Gagasan pembangunannya berasal dari Anant Ambani, putra Mukesh Ambani, dan fasilitas tersebut diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Maret 2025.

Keberadaan Vantara sebelumnya juga menjadi perhatian sejumlah kelompok hak-hak hewan. Mereka mempertanyakan transparansi proses akuisisi satwa serta fokus fasilitas tersebut terhadap spesies langka dan pembangunan infrastrukturnya.

Sejumlah kelompok tersebut turut menyoroti pemindahan satwa dari kebun binatang milik pemerintah di negara bagian seperti Uttarakhand dan Madhya Pradesh. Vantara sebelumnya juga menghadapi tuduhan terkait impor satwa secara ilegal yang mendapat perhatian dari otoritas Jerman dan Uni Eropa.

Vantara membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang “sepenuhnya salah dan tidak berdasar”. Hingga berita ini ditulis, pihak Vantara belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai keberadaan dua lemur tersebut. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com