MANGGARAI TIMUR – Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Kali ini, longsor menimpa Dusun Sosor Alo, Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam durasi panjang. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah rumah warga tertimbun material tanah dan batuan, serta menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan laporan sementara, empat warga terdampak langsung akibat longsor yang terjadi di wilayah perbukitan tersebut. Dua orang berhasil dievakuasi dari timbunan tanah, sementara dua warga lainnya hingga Jumat (23/01/2026), masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim penyelamat. Salah satu korban yang sempat dievakuasi dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Benteng Jawa.
Longsor diketahui menimpa rumah milik Kongradus Lasa, yang berada di lereng rawan pergerakan tanah. Aparat pemerintah daerah bersama tim gabungan segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban yang diduga masih tertimbun.
Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Lana, mengatakan fokus utama penanganan saat ini adalah pencarian korban yang belum ditemukan serta penanganan warga terdampak. “Prioritas kami saat ini adalah menemukan warga yang masih tertimbun. Untuk korban yang sudah berhasil dievakuasi, penanganan medis sudah dilakukan,” ujar Edmundus saat dikonfirmasi.
Selain menimbulkan korban, longsor juga memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebanyak 90 kepala keluarga dari Dusun Sosor Alo dan 137 kepala keluarga dari Dusun Buru Pote terpaksa meninggalkan rumah mereka karena khawatir terjadi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri beraktivitas di tengah kondisi cuaca ekstrem. “Kami meminta warga menghindari perjalanan yang tidak mendesak dan segera mengungsi apabila tempat tinggal dirasa tidak aman,” kata Agas.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama tim penyelamat terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana. “Ratusan kepala keluarga sudah mengungsi, dan tim di lapangan masih bekerja untuk mencari korban yang belum ditemukan,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih berlangsung dengan keterbatasan alat berat dan kondisi medan yang sulit. Pemerintah daerah mengharapkan dukungan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan bencana serta memastikan keselamatan warga yang terdampak. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan