Longsor Tebing di Jalur Trans Kaltara, Warga Diminta Hati-Hati

BULUNGAN – Longsor tebing terjadi di Jalan Poros Trans Kalimantan Utara (Kaltara) tepatnya di kawasan Sungai Urang, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, pada Minggu (09/03/2026). Material tanah dan batu berukuran besar sempat menutup sebagian badan jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut.

Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah adanya laporan dari warga yang melintas di sekitar lokasi. Warga melihat material longsor yang menutup sebagian ruas jalan dan segera melaporkannya kepada petugas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Rafidin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat dengan mengirim tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Laporan awal kami terima dari warga yang melintas. Setelah itu tim BPBD langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan serta melakukan pendataan,” ujar Rafidin saat dikonfirmasi, Senin (09/03/2026).

Menurutnya, proses penanganan awal dilakukan dengan membersihkan material longsor menggunakan alat berat milik Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Kalimantan Utara. Upaya tersebut dilakukan agar jalur yang tertutup material dapat segera dilalui kendaraan.

Namun saat proses pembersihan berlangsung, longsor kembali terjadi di titik yang sama. Beberapa batu besar kembali jatuh dari tebing dan menutup sebagian badan jalan. “Ketika proses penanganan sedang berlangsung, sekitar pukul 18.00 Wita terjadi longsor susulan. Batu-batu berukuran besar kembali turun dari tebing dan menutup sebagian jalan,” kata Rafidin.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Bulungan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna mempercepat proses penanganan. Instansi yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Dinas Perhubungan Bulungan, Satker PJN Kaltara, serta aparat dari Polsek dan Koramil setempat.

Rafidin menjelaskan kerja sama lintas instansi diperlukan agar penanganan di lokasi dapat berjalan lebih efektif. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak supaya penanganan bisa dilakukan secara cepat dan terpadu, mengingat jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, petugas juga memasang pita pengaman, lampu peringatan, serta rambu-rambu bahaya di sekitar lokasi longsor. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara yang melintas.

“Kami sudah memasang pita pengaman, lampu torpedo, serta rambu peringatan longsor agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di area tersebut,” ungkapnya. BPBD Bulungan juga mengingatkan bahwa kondisi tebing di lokasi tersebut masih berpotensi mengalami longsor susulan, terutama jika curah hujan tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada ketika melewati jalur tersebut karena masih ada potensi longsor susulan,” tegas Rafidin. Saat ini BPBD bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan serta pembersihan material longsor agar jalur Trans Kaltara tetap aman dilalui masyarakat. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com