gambar ilustrasi

Lubang dan Aspal Mengelupas, Keselamatan Terancam di Bypass Amuntai

HULU SUNGAI UTARA – Kerusakan Jalan Bypass H. Fakhruddin di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Ruas jalan yang menghubungkan Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, dengan Desa Bayur, Kecamatan Haur Gading, tersebut kini dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Hasil pantauan menunjukkan, kondisi aspal di sejumlah titik mengalami pengelupasan cukup parah. Lubang-lubang dengan berbagai ukuran tampak menganga, disertai permukaan jalan yang bergelombang dan tidak rata. Akibatnya, pengendara yang melintas terpaksa menurunkan kecepatan secara signifikan agar kendaraan tidak mengalami kerusakan maupun kecelakaan.

Situasi semakin berisiko saat hujan turun. Genangan air kerap menutup lubang di badan jalan, sehingga sulit terlihat oleh pengendara, terutama pada malam hari. Warga menduga, kerusakan tersebut dipicu oleh aktivitas kendaraan angkutan bermuatan berat yang melintasi jalan tersebut secara rutin, ditambah kondisi lingkungan rawa yang sering meluap dan merendam badan jalan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten HSU menyatakan telah melakukan langkah administratif dengan melaporkan kondisi jalan tersebut kepada pihak yang berwenang. Kepala Bidang Bina Marga PUPR HSU, Ibnu Maulana, menyebutkan bahwa kewenangan penanganan jalan berada di tingkat provinsi.

“Ruas Jalan Bypass H. Fakhruddin merupakan jalan provinsi, sehingga secara resmi sudah kami sampaikan laporannya ke Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Ibnu Maulana saat dikonfirmasi, Senin (05/01/2026).

Ia menegaskan, meski bukan menjadi kewenangan langsung pemerintah kabupaten, pihaknya tetap berkewajiban menyampaikan kondisi terkini jalan demi keselamatan masyarakat. “Kami berharap ada respons cepat dari pemerintah provinsi, mengingat jalan ini cukup vital bagi mobilitas warga dan distribusi barang,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Yogi, warga Amuntai, mengaku kondisi Jalan Bypass Amuntai sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.

“Kalau malam hari itu sangat rawan. Lubang tidak kelihatan karena tertutup air, tiba-tiba kendaraan bisa menghantam lubang,” ujar Yogi.

Ia menambahkan, jika kerusakan jalan terus dibiarkan tanpa perbaikan yang serius, potensi kecelakaan lalu lintas akan semakin besar. “Jangan tunggu sampai ada korban dulu baru diperbaiki. Kami minta pemerintah segera bertindak,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah provinsi dan instansi terkait tidak saling menunggu kewenangan, melainkan segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan demi keselamatan bersama. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com