Mahasiswa Serbu DPRD Kalbar, MBG Jadi Sorotan

PONTIANAK – Lebih dari seratus mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Kalbar Menggugat menggelar aksi di Gedung DPRD Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kamis (26/02/2026). Massa menuntut pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyuarakan sejumlah tuntutan nasional serta daerah.

Sejak siang, halaman utama DPRD dipadati mahasiswa. Dalam aksinya, mereka membakar ban bekas di depan gedung sebagai simbol protes. Asap hitam mengepul di area depan kantor legislatif, di bawah pengawasan ketat aparat keamanan.

“Di tengah banyak kasus siswa keracunan, Badan Gizi Nasional justru mendapat penghargaan. Ini kegagalan yang ditutupi. Harus dievaluasi total!” teriak salah satu orator di atas mobil komando, menegaskan kekecewaan terhadap program MBG.

Spanduk bertuliskan “Evaluasi Total MBG dan Polri” menghiasi barisan depan massa aksi. Kritik juga ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan tuntutan reformasi kepolisian dan penempatan pendidikan sebagai prioritas utama pemerintah.

Salah satu koordinator lapangan menyoroti potensi politisasi program MBG. “MBG berisiko dijadikan alat kepentingan politik. Aparat kepolisian seharusnya tidak terlibat dalam pembangunan dapur MBG, fungsi hukum dan program sosial harus jelas,” ujarnya.

Selain isu MBG, mahasiswa menuntut percepatan skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar, pemerataan fasilitas kesehatan dan tenaga medis, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Sejumlah pimpinan DPRD Kalbar turun langsung menemui massa, termasuk Wakil I Ketua Hadijah Fitriah, Wakil Ketua II  Prabasa Anantatur, Wakil Ketua III Nofal Nofiendra, Ketua Komisi III Sy. Amin Muhammad, dan Ketua Fraksi PAN Zulflydar Zaidar Mochtar.

Perwakilan mahasiswa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Kalbar, termasuk BEM SI Kalbar, ikut dalam aksi ini. Mereka mendesak DPRD untuk memanggil pihak terkait dan memastikan evaluasi MBG dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Massa aksi menegaskan, “Kita tidak akan mundur sampai DPRD bertindak tegas. Evaluasi MBG harus jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi!” seru seorang mahasiswa dari podium aksi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com