NUSANTARA – Sholat Subuh berjamaah perdana di Masjid Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), digelar khidmat pada Minggu (11/01/2026). Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Nasaruddin Umar, hadir dan memimpin ibadah sebagai imam sekaligus khatib, menandai awal kegiatan keagamaan secara resmi di ibu kota baru.
“Sholat Subuh berjamaah ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa IKN bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat,” kata Nasaruddin Umar.
Dalam khotbahnya, Nasaruddin mengutip Surat Al-Baqarah ayat 30 dan menekankan amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia meminta jamaah memaknai ayat tersebut sebagai tanggung jawab menjaga lingkungan dan menjalankan keberlanjutan. “Kita harus mengelola bumi dengan penuh tanggung jawab, selaras dengan ibadah dan ketakwaan,” ujarnya.
Usai ibadah, Nasaruddin Umar bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, meninjau kesiapan operasional Masjid Negara, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026. Masjid Negara memiliki empat lantai ditambah dua lantai mezanin, luas 76.647 meter persegi, dan kapasitas hingga 29.095 jamaah. Pembangunan masjid ini juga diproyeksikan dapat menampung hingga 60.000 jamaah seiring bertambahnya aktivitas masyarakat.
“Kita ingin memastikan Masjid Negara siap digunakan sepenuhnya saat Ramadan nanti, termasuk ketika Presiden berkunjung ke sini,” ujar Nasaruddin.
Selain masjid, kawasan peribadatan Nusantara akan dilengkapi fasilitas lintas agama, termasuk Basilika, Gereja Kristen, Pura, dan Wihara. Nasaruddin menilai fasilitas ini penting sebagai simbol inklusivitas ibu kota. “Kehadiran semua fasilitas keagamaan ini menegaskan bahwa IKN adalah ibu kota yang menghormati keberagaman dan bisa menjadi contoh bagi bangsa,” katanya.
Menteri Agama juga menegaskan bahwa Kementerian Agama akan segera memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke IKN. “Kami ingin percepatan ini menjadi bukti nyata, supaya masyarakat bisa melihat langsung pembangunan dan aktivitas di ibu kota baru,” jelasnya.
Operasional Masjid Negara diharapkan menjadi pusat aktivitas spiritual, sosial, dan budaya yang damai dan produktif. Masjid ini juga diharapkan memfasilitasi interaksi masyarakat dari berbagai daerah, serta menjadi ikon baru kegiatan keagamaan di Nusantara. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan