BONTANG – Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di Kota Bontang dipastikan kembali berjalan setelah libur semester berakhir pada Senin (05/01/2026). Namun, dimulainya aktivitas sekolah tidak dibarengi dengan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik. Program unggulan pemerintah pusat tersebut dipastikan belum dapat dinikmati pelajar selama tiga hari pertama masuk sekolah.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bontang menyampaikan bahwa penyaluran MBG baru akan kembali dilakukan mulai 8 Januari 2026. Selama periode 5 hingga 7 Januari, seluruh peserta didik diminta membawa bekal makanan dari rumah masing-masing.
Koordinator SPPG Bontang Utara, Rufaidah Safira, menjelaskan bahwa penghentian sementara program MBG bukan hanya terjadi di Bontang, melainkan dilakukan secara nasional. Penundaan ini berkaitan dengan penyesuaian jadwal operasional setelah libur panjang akhir tahun.
“Pelaksanaan MBG baru akan kembali berjalan serentak pada 8 Januari. Jadi, selama tiga hari awal masuk sekolah, layanan tersebut belum tersedia,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator SPPG Bontang Selatan, Aldila Huud. Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada tahap persiapan teknis sebelum dapur MBG kembali beroperasi penuh. Proses tersebut mencakup evaluasi pelaksanaan sebelumnya, kesiapan relawan, hingga penataan ulang dapur produksi.
Menurut Aldila, sejumlah dapur MBG di wilayah Bontang Selatan bahkan telah melakukan pembenahan ringan untuk meningkatkan standar kebersihan dan kelayakan operasional. “Beberapa dapur, termasuk dapur 004 dan 005, melakukan renovasi kecil sebagai bagian dari persiapan operasional kembali,” ungkapnya.
Selain itu, pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah agar informasi terkait penghentian sementara MBG dapat tersampaikan kepada orang tua siswa. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kebingungan saat hari pertama masuk sekolah.
Pihak sekolah pun menindaklanjuti informasi tersebut dengan menyampaikan imbauan resmi kepada wali murid. Kepala TK Bethlehem, Alberthin Tandi Lolok, mengatakan pihaknya telah menginformasikan kepada orang tua agar menyiapkan bekal dan minuman bagi anak-anak selama MBG belum kembali disalurkan.
“Kami sudah menyampaikan kepada wali murid bahwa selama 5 sampai 7 Januari anak-anak perlu membawa bekal sendiri. Program makan bergizi akan dilanjutkan kembali mulai 8 Januari,” jelasnya.
Meski bersifat sementara, penghentian MBG ini tetap menjadi perhatian sejumlah orang tua. Mereka berharap program tersebut dapat kembali berjalan tepat waktu mengingat perannya dalam mendukung asupan gizi anak selama proses belajar di sekolah. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan