HULU SUNGAI TENGAH — Momen tenang menjelang waktu berbuka puasa di kawasan padat penduduk Gang Sawahan Bulau Luar, Kelurahan Barabai Utara, Kecamatan Barabai, mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api muncul dari salah satu bangunan warga.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 18.55 WITA, tepat ketika sebagian warga tengah bersiap menyantap hidangan berbuka.
Api pertama kali terlihat dari sebuah rumah sewaan yang berada di tengah permukiman padat. Karena sebagian besar bangunan di kawasan tersebut terbuat dari kayu dan berdempetan, api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Ketua RT 4 setempat, Budi, menjelaskan bahwa api tiba-tiba membesar dari bangunan yang saat kejadian tidak berpenghuni.
Menurut Budi, warga awalnya melihat asap tebal disertai nyala api dari rumah sewaan tersebut. “Awalnya terlihat asap dari rumah kontrakan itu. Karena bangunannya berbahan kayu dan jaraknya sangat dekat dengan rumah lain, api langsung merambat dengan cepat,” ujar Budi saat ditemui di lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, kebakaran tersebut menghanguskan beberapa bangunan di sekitar lokasi.
Berdasarkan data sementara, lima rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Empat bangunan dilaporkan terbakar habis, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Empat rumah yang hangus seluruhnya masing-masing milik Sajidin (Lani), Hj. Erna, serta dua unit rumah kontrakan milik Barsah dan H. Ardi yang pada saat kejadian dalam kondisi kosong.
Sementara itu, rumah milik Rahmat Khairi mengalami kerusakan sekitar 30 persen akibat terdampak kobaran api.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun sejumlah dokumen penting milik warga dilaporkan ikut terbakar.
Upaya pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Hulu Sungai Tengah, Tagana, TNI, Polri, BPK/PMK, relawan, hingga warga setempat.
Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.
Setelah beberapa waktu melakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.
Budi memastikan bahwa seluruh warga yang terdampak berhasil menyelamatkan diri. “Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas dan relawan,” kata Budi. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama bulan Ramadan ketika aktivitas memasak di rumah tangga meningkat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan