Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menyerukan perluasan serangan udara ke seluruh Gaza sekaligus mendorong pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut.
YERUSALEM – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir kembali menyerukan perluasan serangan udara ke seluruh Jalur Gaza serta pembangunan permukiman Israel di wilayah tersebut. Pernyataan itu disampaikan ketika konflik Israel-Palestina masih berlangsung dan menjadi bagian dari dorongan Ben Gvir untuk memperluas kebijakan militer Israel di Gaza.
Ben Gvir menilai serangan Israel tidak semestinya hanya diarahkan kepada pihak yang dianggap memberikan ancaman langsung. Ia bahkan menyerukan serangan udara secara luas ke seluruh wilayah Gaza, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (18/08/2026).
“Israel seharusnya tidak membatasi serangannya hanya pada mereka yang menimbulkan ancaman langsung, melainkan menyerukan serangan udara yang luas di seluruh Jalur Gaza,” kata Ben Gvir, seperti dilaporkan Jerusalem Post.
Dalam pernyataannya, Ben Gvir juga menyebut sebagian warga Palestina sebagai “tidak layak untuk hidup” dan “bukan manusia”. Ia kemudian menyinggung seorang perempuan yang pernah memberikan makanan kepada tentara Israel, Matan Braslavski, ketika ditawan di Gaza. Ben Gvir menyebut perempuan tersebut sebagai “teroris” yang “pantas ditembak di kepala”.
Braslavski merupakan tentara Israel yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2023. Ia kemudian dibebaskan melalui pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel pada 13 Oktober 2025.
Selain mendorong perluasan serangan, Ben Gvir menyatakan dukungannya terhadap pembangunan permukiman Israel di Gaza. Ia bahkan menyampaikan klaim bahwa seluruh wilayah Gaza merupakan milik Israel.
“Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita.”
Ben Gvir menginginkan pembangunan permukiman tidak hanya dilakukan di bekas kawasan Gush Katif yang dikosongkan Israel pada 2005, tetapi diperluas ke seluruh Gaza. Ia juga menyerukan agar warga Palestina meninggalkan tanah leluhur mereka melalui “emigrasi sebanyak mungkin”.
Sikap tersebut juga disertai pernyataan Ben Gvir mengenai warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Ia mengatakan para tahanan “sangat menderita” dan mengaku “senang” dengan kondisi yang mereka alami.
Ben Gvir selanjutnya menyerukan pelarangan kelompok hak asasi manusia Israel yang mendukung koeksistensi Palestina-Israel, termasuk Peace Now dan Standing Together. Ia menuduh kelompok-kelompok tersebut mendukung terorisme.
Menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel, sekitar 9.500 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, saat ini ditahan di penjara Israel.
Pernyataan terbaru itu melanjutkan sikap keras Ben Gvir dalam merespons konflik di Gaza. Sebelumnya, ia juga menyerukan agar Israel membunuh “30 hingga 40 warga Gaza” dalam serangan setiap malam serta membunuh orang-orang yang ia sebut sebagai teroris satu per satu. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan