KUTAI KARTANEGARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada 946 siswa SMPN 1 Tenggarong selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut dilaksanakan sesuai arahan program nasional, dengan penyesuaian mekanisme pembagian karena para siswa menjalankan ibadah puasa.
Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, memastikan bahwa seluruh paket makanan tetap diterima pihak sekolah dan didistribusikan kepada siswa, meski tidak dikonsumsi di lingkungan sekolah. Hal itu disampaikannya pada Selasa (03/03/2026).

“Karena anak-anak sedang berpuasa, maka makanan dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka. Kebijakan nasionalnya dibagikan, jadi tetap kami terima dan disalurkan,” ujarnya.
Menurut Imam, pelaksanaan MBG pada Ramadan tahun ini tidak berbeda jauh dengan pola sebelumnya. Setiap hari, paket makanan dikirim dari dapur penyedia ke sekolah untuk kemudian dibagikan kepada seluruh siswa yang berjumlah 946 orang.
Ia menjelaskan, terdapat penyesuaian distribusi pada akhir pekan. Mengingat SMPN 1 Tenggarong menerapkan sistem lima hari sekolah, maka pembagian untuk hari Jumat dan Sabtu dilakukan sekaligus pada hari Jumat. “Senin sampai Kamis diantar setiap hari. Untuk Jumat, paketnya dobel karena Sabtu libur,” jelasnya.
Terkait komposisi menu selama Ramadan, Imam menyebutkan bahwa paket MBG berisi makanan ringan yang dinilai sesuai untuk berbuka puasa, seperti susu, roti, kacang, kurma, dan telur. Ia menambahkan bahwa jenis makanan tersebut kemungkinan telah disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai penyelenggara program.
Selain memastikan kelancaran distribusi MBG, sekolah juga tetap menjalankan kegiatan pembelajaran selama Ramadan. Kegiatan keagamaan diperkuat melalui pelaksanaan pesantren kilat yang dibagi berdasarkan tingkatan kelas, menyesuaikan kapasitas aula sekolah.
“Kegiatan pembelajaran tetap berjalan sesuai jadwal. Untuk keagamaan, ada tambahan melalui pesantren kilat selama Ramadan,” kata Imam.
Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, sekolah tetap memberikan pembinaan kerohanian yang dipandu oleh guru agama masing-masing di ruang terpisah.
Melalui penyesuaian tersebut, SMPN 1 Tenggarong berupaya memastikan program nasional tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar selama Ramadan. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan