Saluran bawah tanah sepanjang 1.298 meter menggunakan metode jacking dibangun untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan di kawasan Karang Tengah hingga Adhyaksa.
JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memperkirakan pembangunan saluran air bawah tanah sepanjang hampir 1,3 kilometer dapat mengurangi titik genangan yang selama ini kerap muncul di kawasan Karang Tengah hingga Adhyaksa, Lebak Bulus. Proyek tersebut menggunakan metode jacking agar pemasangan saluran dapat dilakukan tanpa membongkar permukaan jalan secara terbuka.
Pembangunan saluran itu dilakukan karena kapasitas saluran yang tersedia dinilai tidak lagi memadai menampung limpasan air hujan. Proyek dikerjakan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan ditargetkan selesai dalam enam bulan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (19/08/2026).
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan saluran baru tersebut diarahkan untuk mengurangi hingga menghilangkan genangan di sepanjang kawasan Karang Tengah menuju Adhyaksa. Aliran air nantinya bermuara ke Kali Pesanggrahan.
“Proyek ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Dengan metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga ke kawasan Adhyaksa dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan, karena muara akhirnya menuju ke Kali Pesanggrahan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/8).
Saluran bawah tanah tersebut dipasang pada kedalaman sekitar 7 meter, sedangkan kedalaman dari titik hulu mencapai 9 hingga 12 meter hingga menuju bagian hilir. Kondisi pekerjaan itu membuat pemerintah meminta masyarakat dan pengguna jalan mengikuti rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami berharap upaya perbaikan ini dapat mengatasi permasalahan banjir di masa mendatang. Jadi, mohon patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada dan ikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan saluran tersebut menggunakan pipa berdiameter 1,2 meter dengan panjang 1.298 meter. Pemasangan ditargetkan rampung pada awal Desember.
Santo menjelaskan jalur pekerjaan membentang dari Persimpangan Penghubung (PHB) Pertanian hingga PHB Adhyaksa. Kawasan yang menjadi sasaran penanganan meliputi sejumlah titik yang selama ini mengalami genangan, seperti Kompleks DKI dan Kompleks Bona Indah.
“Volume pengerjaannya hampir sepanjang 1.300 meter dari PHB Pertanian sampai ke PHB Adhyaksa. Pengerjaan saat ini berada di Pit 1 dari total 10 pit yang akan dibuat. Kapasitas penampungan di PHB Adhyaksa sendiri sudah cukup besar untuk menerima aliran dari hulu,” ujarnya.
Pengerjaan saat ini memasuki Pit 1 dari total 10 pit yang direncanakan. Pemerintah berharap sistem tersebut dapat memperlancar aliran air dari bagian hulu menuju lokasi penampungan di PHB Adhyaksa sehingga risiko genangan ketika hujan dapat ditekan.
Santo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan gangguan lalu lintas selama pembangunan berlangsung. Pengguna jalan diminta memperhatikan rambu serta mengikuti arahan petugas hingga proyek selesai.
“Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikut petunjuk petugas di lapangan, serta mematuhi rambu-rambu yang dipasang demi keselamatan bersama hingga proyek selesai,” pungkasnya. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan