MEXICO CITY — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah selatan Meksiko dan memicu kepanikan luas hingga ke ibu kota, Mexico City. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar Kota San Marcos, Negara Bagian Guerrero, itu terjadi pada Jumat (02/01/2026) dan langsung mengganggu aktivitas warga serta pemerintahan.
Berdasarkan laporan badan seismologi nasional yang dikutip dari AFP dan AP News pada Jumat (02/01/2026), pusat gempa berada di dekat San Marcos, tidak jauh dari kawasan wisata pantai Pasifik, Acapulco. Getaran terasa kuat hingga ratusan kilometer, termasuk di Mexico City.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.58 GMT atau sekitar 07.58 waktu setempat. Alarm peringatan dini berbunyi di berbagai sudut ibu kota, membuat warga berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Suasana liburan akhir pekan pun berubah menjadi kepanikan massal.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum terpaksa menghentikan konferensi pers pagi rutinnya dan segera dievakuasi dari Istana Kepresidenan di Mexico City. Pemerintah pusat memastikan prosedur tanggap darurat berjalan, meski laporan awal menyebutkan tidak ada kerusakan besar di ibu kota.
Korban jiwa akibat gempa ini tercatat dua orang. Otoritas setempat, seperti dilansir AFP pada Sabtu (03/01/2026), melaporkan seorang pria berusia sekitar 60 tahun meninggal dunia setelah terjatuh saat berusaha keluar dari apartemennya di lantai dua di Mexico City. Sementara itu, Gubernur Guerrero Evelyn Salgado menyebut korban tewas lainnya adalah seorang perempuan berusia 50 tahun yang kehilangan nyawanya setelah rumahnya runtuh akibat guncangan.
Selain korban meninggal, Wali Kota Mexico City Clara Brugada melaporkan sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka. Namun, ia menegaskan tidak ditemukan kerusakan struktural besar di wilayah metropolitan tersebut.
Dampak terparah justru terjadi di San Marcos. Wali Kota San Marcos, Misael Morenzo Castillo, mengatakan sekitar 50 rumah hancur, sementara hampir seluruh bangunan warga mengalami retakan serius. Sejumlah warga menunjukkan dinding rumah yang runtuh dan kerusakan parah kepada wartawan.
Salah seorang warga setempat menggambarkan kondisi wilayahnya sebagai rusak berat akibat gempa. Ia menyebut San Marcos menjadi salah satu daerah yang paling terpukul oleh bencana tersebut.
Meksiko diketahui berada di pertemuan lima lempeng tektonik sehingga menjadi salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia. Pemerintah telah mengembangkan sistem peringatan dini, termasuk aplikasi ponsel dan pengeras suara di tiang lampu kota, yang kembali diuji efektivitasnya dalam peristiwa ini.
Hingga kini, otoritas Meksiko masih melakukan pendataan lanjutan serta mewaspadai potensi gempa susulan, khususnya di wilayah selatan yang terdampak paling parah. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan