YERUSALEM – Militer Israel di Yerusalem tengah menyelidiki seorang anggotanya yang dituduh memalsukan penculikan seorang tahanan Palestina dan memanfaatkan situasi untuk meminta uang tebusan dari keluarganya. Kasus ini menambah catatan kontroversi terkait praktik pasukan Israel di wilayah pendudukan.
Menurut laporan AFP, Senin (26/01/2025), pria Palestina itu awalnya ditahan di fasilitas penahanan resmi. Seorang tentara militer kemudian memotret tahanan tersebut dan mengirimkan foto itu ke keluarganya dengan klaim bohong bahwa pria itu diculik.
Dalam laporan terpisah, Israeli Army Radio menyebut tentara tersebut meminta uang tebusan agar tahanan bisa dibebaskan. Militer Israel membenarkan telah membuka penyelidikan, namun menolak mengungkap detail kasus.
“Unit Penyelidikan Internal telah memulai proses penyelidikan,” kata pihak militer Israel, “Kami tidak bisa memberikan rincian lebih lanjut karena proses masih berlangsung.”
Pria Palestina itu ditahan saat mencoba memasuki Israel secara ilegal dari Tepi Barat yang diduduki, kata Times of Israel. Pejabat keamanan Israel menambahkan, banyak warga Palestina yang mencoba melewati tembok pembatas menuju Israel, terutama di tengah kesulitan ekonomi dan hilangnya izin kerja sejak perang Gaza pecah.
Sebagian besar dari mereka ditangkap, namun sejumlah orang mengalami luka atau tewas saat berusaha melarikan diri dari pasukan Israel. Data parlemen Israel mencatat, tahun lalu sekitar 6.000 warga Palestina mencoba memasuki wilayah Israel secara ilegal, dengan 5.300 di antaranya berhasil ditangkap.
Tembok pembatas yang dibangun sejak 2002 untuk alasan keamanan kini menjadi simbol kontroversi. Warga Palestina menilai tembok tersebut sebagai perebutan wilayah secara de facto dan memperparah krisis ekonomi di Tepi Barat yang telah diduduki Israel sejak 1967. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan