PONTIANAK – Arus investasi yang masuk ke Kota Pontianak sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan melampaui ekspektasi. Nilai realisasi tercatat mencapai Rp1,55 triliun, jauh melampaui target Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp910,24 miliar maupun target Pemerintah Kota Pontianak yang dipatok Rp561,05 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pontianak, Erma Suryani, menilai capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Situasi usaha di Pontianak semakin terbuka dan memberikan kepastian bagi pelaku investasi. Walaupun nilainya sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, realisasi tetap melampaui target secara signifikan,” ujarnya pada Rabu (11/02/2026).
Dari komposisi investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami kenaikan tajam hingga 78,9 persen dengan nilai Rp373,09 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan total Rp1,17 triliun. Aktivitas ekonomi tersebut turut menyerap 81.137 tenaga kerja sepanjang tahun.
Secara wilayah, Kecamatan Pontianak Tenggara mencatat kontribusi terbesar dengan nilai Rp490,7 miliar atau sekitar 31,2 persen dari total investasi kota. Kondisi ini menandakan distribusi pembangunan yang mulai merata di berbagai kecamatan.
Pertumbuhan usaha baru juga cukup pesat. Sepanjang 2025 terdapat 19.428 unit usaha baru, dengan dominasi sektor perdagangan eceran makanan, minuman, dan tembakau. Kecamatan Pontianak Kota menjadi wilayah dengan jumlah usaha terbanyak, disusul Pontianak Barat dan Pontianak Selatan.
Dari sisi sektor, perdagangan mencatat nilai investasi tertinggi sebesar Rp430,1 miliar, diikuti sektor energi dan sumber daya mineral sebesar Rp374,7 miliar, serta pariwisata senilai Rp293,9 miliar.
Peningkatan kepatuhan pelaku usaha juga terlihat dari jumlah Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang mencapai 5.417 laporan, naik 68 persen dibanding tahun sebelumnya. Dalam pelayanan perizinan, DPMPTSP memproses 7.658 dokumen, dengan 5.115 izin diterbitkan otomatis melalui sistem OSS-RBA.
Ke depan, pemerintah kota menegaskan komitmennya menjaga tren positif ini melalui pengawasan usaha, pendampingan perizinan, hingga program jemput bola bagi pelaku usaha.
“Kami ingin memastikan Pontianak tetap menjadi kota tujuan investasi yang kompetitif, mudah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Erma. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan