TARAKAN – Ketakutan karyawan hiburan malam di Kota Tarakan kembali mencuat setelah Ahmad (nama samaran) melapor ke polisi, mengaku diancam preman bersenjata tajam di lokasi kerjanya. Ancaman itu, menurut korban, membuatnya trauma dan was-was setiap kali pulang kerja, bahkan sampai harus menghindari jalan tertentu.
Ahmad mengungkapkan, pelaku pernah menodongkan badik yang terselip di perutnya, sambil mengucapkan kata-kata ancaman, “Ku tusuk lehermu.” Peristiwa ini tidak hanya membuat Ahmad takut, tetapi juga merasa selalu diawasi oleh rekan-rekan pelaku setiap kali jam pulang kerja tiba.
“Saya was-was kerja. Takutnya tiba-tiba pelakunya atau suruhannya menusuk saya dari belakang. Ini sudah ancaman nyawa,” tutur Ahmad, Jumat (09/01/2026). Menurutnya, aksi preman ini bukan pertama kali terjadi di kawasan hiburan malam tersebut. Pelaku kerap melakukan pemalakan paksa, dengan dalih meminta uang kopi atau rokok dari para karyawan dan pedagang di sekitar lokasi.
Kasus ini diduga bermula dari persoalan pinjam-meminjam sepeda motor, namun berkembang menjadi intimidasi bersenjata. Ahmad pun akhirnya melapor ke Polres Tarakan pada Selasa (06/01/2026), berharap aparat segera bertindak tegas untuk mengamankan pelaku dan menghentikan aksi premanisme yang meresahkan warga.
Merespons laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, membenarkan adanya pengaduan dan menegaskan bahwa pihak kepolisian kini tengah memburu terlapor. “Kami sudah menerima laporan pengaduan, saat ini pencarian terus dilakukan. Polisi menjamin keamanan korban,” kata Ridho.
Ridho menambahkan, meski badik hanya diperlihatkan tanpa dicabut, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti kasus ini untuk memastikan tidak terjadi intimidasi berulang. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut melawan premanisme dan segera memanfaatkan layanan darurat 110 jika mengalami tindakan kriminal.
“Masyarakat jangan takut menghadapi aksi premanisme, pemaksaan, atau pengancaman. Polisi akan bertindak tegas terhadap pelaku. Segera laporkan ke layanan 110,” tegas Ridho.
Kasus ini kembali menyoroti maraknya premanisme yang meresahkan kawasan hiburan malam di Tarakan. Warga pun diimbau tetap waspada dan mendukung aparat hukum agar tercipta lingkungan yang aman, bebas dari ancaman kekerasan atau intimidasi. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan