Pelaku berpura-pura menjadi pembeli sebelum mengancam korban dengan benda menyerupai pistol dan membawa kabur uang tunai.
NUNUKAN – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyasar pelaku usaha kecil kembali terjadi di wilayah perbatasan. Seorang penjaga toko sembako di Desa Sungai Manurung, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami trauma setelah diancam pelaku menggunakan benda menyerupai pistol dan dipaksa menyerahkan uang, Selasa17 Maret 2026 pagi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di Jalan Jenderal Sudirman. Pelaku yang datang seorang diri awalnya berpura-pura menjadi pembeli dengan membeli air minum. Ia sempat mengeluarkan uang sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sebelum akhirnya melancarkan aksinya.
Situasi berubah ketika pelaku yang mengenakan sweater hitam dan menutup wajah tiba-tiba mengeluarkan benda menyerupai pistol dan mengancam korban. Dalam kondisi tertekan, korban yang merupakan istri pemilik toko tidak dapat melawan dan terpaksa menyerahkan uang yang tersimpan di laci.
Pemilik toko, Alimuddin, baru mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi istrinya saat berada di Desa Sungai Pancang. Ia kemudian segera kembali dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp1 juta. Selain kerugian materi, peristiwa tersebut juga menimbulkan rasa takut di lingkungan sekitar, mengingat aksi terjadi pada pagi hari saat aktivitas warga sedang berlangsung.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Nunukan, Sunarwan, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, telah terjadi dugaan curas di wilayah Sebatik Timur. Anggota sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” ujarnya, sebagaimana dilansir Koran Kaltara, Rabu, (18/03/2026).
Ia menambahkan, aparat kepolisian saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi serta bukti di lapangan, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) yang diduga merekam aksi pelaku.
“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha kecil, agar lebih waspada terhadap orang yang tidak dikenal serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pelaku usaha di wilayah perbatasan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap modus pelaku kejahatan yang kerap menyamar sebagai pembeli sebelum melancarkan aksinya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan