Ilustrasi Kebakaran

Musibah Berlapis di Malinau, Api Sapu Rumah Keluarga yang Tengah Berduka

MALINAU – Musibah kebakaran melanda RT 06 Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pada Minggu (25/01/2026) sore. Peristiwa tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi satu keluarga besar yang tengah dilanda duka.

Api melalap satu blok permukiman yang seluruhnya dihuni oleh rumpun keluarga yang sama. Sedikitnya enam unit rumah dilaporkan hangus hingga rata dengan tanah, menyebabkan empat Kepala Keluarga (KK) dengan total 21 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Salah satu korban, Jon, masih tampak terpukul saat menatap sisa puing rumah yang kini menghitam. Ia menggambarkan betapa cepat kobaran api merambat dari satu rumah ke rumah lainnya. “Api menyebar sangat cepat. Begitu satu rumah terbakar, langsung menjalar ke rumah lain dalam satu deret,” tuturnya dengan suara lirih, Minggu (25/01/2026) malam.

Peristiwa ini terasa semakin memilukan lantaran keluarga besar tersebut baru saja kehilangan salah satu anggota keluarganya. Saat kebakaran terjadi, sebagian besar penghuni rumah diketahui tidak berada di lokasi.

Kepala Desa Respen Tubu, Doleh Ucan, menjelaskan bahwa pada saat kejadian, keluarga korban tengah menghadiri prosesi pemakaman di Desa Loreh, Kecamatan Malinau Selatan. “Mereka sedang melayat dan mengikuti pemakaman anggota keluarga yang meninggal beberapa hari sebelumnya. Saat itulah musibah kebakaran ini terjadi,” ujar Doleh.

Menurutnya, sebagian anggota keluarga bahkan belum mengetahui rumah mereka terbakar hingga kembali dari lokasi pemakaman.

Musibah beruntun ini membuat keluarga besar tersebut harus menanggung duka berlapis. Selain kehilangan anggota keluarga, seluruh harta benda yang tersimpan di dalam rumah tak sempat diselamatkan.

Api berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran pada sore hari dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dampak psikologis terhadap korban dinilai cukup berat.

Pemerintah Desa Respen Tubu bersama Pemerintah Kabupaten Malinau bergerak cepat memberikan bantuan darurat. Para korban sementara ditempatkan di Balai Adat Desa Respen Tubu.

Wakil Bupati Malinau, Jakaria, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Pendataan dampak kebakaran masih terus dilakukan hingga Minggu malam (25/01/2026). Pemerintah desa memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar dan tempat tinggal sementara bagi seluruh korban. “Data sementara menunjukkan ada empat KK dengan total 21 jiwa terdampak langsung. Saat ini fokus kami memastikan mereka mendapat tempat bernaung yang layak,” kata Doleh.

Selain bantuan logistik, pendampingan psikososial juga disiapkan untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit akibat musibah beruntun di awal tahun 2026 ini. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com