LAMANDAU – Kecelakaan lalu lintas adu banteng kembali terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di kawasan Simpang Mes, Desa Mes, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Jumat (23/01/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.20 WIB itu melibatkan sebuah truk Fuso pengangkut crude palm oil (CPO) dan satu unit sepeda motor.
Peristiwa tersebut melibatkan truk Fuso CPO bernomor polisi B 9689 TFU dengan sepeda motor bernomor polisi KH 3327 WC. Benturan keras tidak terelakkan lantaran kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan pada jalur yang sama.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Lamandau, Iptu Susanto, membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh korban dalam keadaan selamat meskipun mengalami luka-luka. “Benar, telah terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Tidak ada korban meninggal dunia. Satu korban mengalami patah tulang di bagian kaki kanan, sementara korban lainnya hanya menderita luka ringan,” kata Susanto saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, setelah kejadian, para korban tidak dirujuk ke fasilitas kesehatan. Keluarga korban memilih membawa mereka pulang ke kampung halaman untuk menjalani pengobatan alternatif. “Korban tidak dibawa ke rumah sakit dan langsung ditangani pihak keluarga,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kecelakaan diduga terjadi akibat kelalaian pengendara sepeda motor. Menurut Susanto, pengendara motor mencoba mendahului dua kendaraan di depannya dengan kecepatan cukup tinggi tanpa memperhitungkan kondisi arus lalu lintas dari arah berlawanan. “Pengendara motor berupaya menyalip, namun tidak menyadari adanya truk yang melaju dari arah berlawanan sehingga tabrakan pun terjadi,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak pengemudi truk CPO menyatakan kesediaannya untuk membantu proses pengobatan korban hingga pulih. Kepolisian masih melakukan pendataan dan penyelesaian administrasi terkait peristiwa tersebut.
Polres Lamandau mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi jalur Trans Kalimantan yang memiliki intensitas kendaraan besar. “Pastikan kondisi aman sebelum mendahului kendaraan lain dan patuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tutup Susanto. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan