Kesepakatan nuklir sipil antara Amerika Serikat dan Arab Saudi dimanfaatkan Israel untuk kembali mendorong normalisasi hubungan diplomatik dengan Riyadh, meski Saudi tetap mensyaratkan kemerdekaan Palestina.
RIYADH – Kesepakatan kerja sama nuklir sipil antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi kembali memunculkan harapan Pemerintah Israel terhadap normalisasi hubungan diplomatik dengan Riyadh. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini kesepakatan tersebut dapat menjadi jalan bagi Arab Saudi untuk bergabung dalam Abraham Accords, perjanjian normalisasi hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab.
Netanyahu menyebut bergabungnya Arab Saudi dalam Abraham Accords akan menjadi “lompatan bersejarah bagi perdamaian di Timur Tengah”. Pernyataan itu muncul setelah AS dan Arab Saudi menandatangani kesepakatan pembangunan program nuklir sipil pada Kamis (23/7).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial Truth Social menegaskan kerja sama tersebut hanya diperuntukkan bagi pemanfaatan energi nuklir nonmiliter dan tidak mencakup pengayaan uranium. Menurut Trump, prospek kerja sama itu sepenuhnya bergantung pada kesediaan Arab Saudi bergabung dalam Abraham Accords, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (24/07/2026).
Hingga kini, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump maupun Netanyahu. Namun, Riyadh tetap mempertahankan sikap bahwa normalisasi hubungan dengan Israel tidak akan dilakukan sebelum Palestina memperoleh kemerdekaan.
Abraham Accords merupakan perjanjian normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Arab yang diinisiasi Trump pada masa jabatan pertamanya. Sejauh ini, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, dan Sudan telah menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.
Upaya normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi sebenarnya sempat mendekati kesepakatan. Namun, proses itu terhenti setelah Israel melancarkan operasi militer di Jalur Gaza yang memicu meningkatnya ketegangan di kawasan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan