SAMARINDA – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, menyoroti peran penting pendidikan tinggi sebagai sarana utama bagi generasi muda dalam meraih cita-cita dan menggapai mimpi melalui jenjang akademik yang berkualitas. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, agar calon mahasiswa siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini kebutuhan tentang pendidikan, kebutuhannya berbagai macam, bukan hanya dari fakultas tapi dari program studi masing-masing, itu kan yang dibutuhkan oleh si calon mahasiswa,” ujar Novan saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Kamis (18/09/2025) siang.
Menurut Novan, pendidikan bukan sekadar proses belajar-mengajar, tetapi juga menjadi pintu utama bagi generasi muda untuk meraih cita-cita mereka. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian serius agar kualitas pendidikan tidak tertinggal. “Bagaimana mereka ingin menggapai mimpinya melalui langkah dunia pendidikan,” kata Novan.
Salah satu tantangan yang kini menjadi sorotan adalah persaingan akreditasi, yang semakin ketat di tingkat nasional maupun internasional. Novan menekankan bahwa akreditasi bukan sesuatu yang dapat dihasilkan secara instan, melainkan harus melalui serangkaian proses dan pemenuhan persyaratan ketat sesuai standar yang berlaku.
“Hal ini yang juga menjadi beberapa kendala salah satunya adalah bicara persaingan akreditasi,” jelasnya. “Akreditasi ini sendiri kan tidak semata-mata bisa kita ciptakan, harus memenuhi persyaratan tertentu,” tambahnya.
Dalam konteks itu, Novan mendorong seluruh fakultas di Universitas Mulawarman, khususnya universitas negeri, agar terus melakukan penyesuaian dan mengejar ketertinggalan, sehingga dapat meraih akreditasi terbaik.
“Hari ini yang juga kita mendorong untuk fakultas-fakultas khususnya di fakultas Universitas Negeri agar dapat melakukan penyesuaian, atau mengejar ketertinggalan agar dapat tercapai dengan akreditasi terbaiknya,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa akreditasi unggul akan menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa untuk memilih berkuliah di Universitas Mulawarman maupun universitas lainnya di Samarinda. Novan juga mengingatkan pentingnya inovasi dan kerja sama dengan berbagai stakeholder yang dapat menyerap tenaga kerja lulusan universitas, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.
“Sehingga itu akan menjadi rangsangan buat calon mahasiswa untuk berkuliah di Universitas Mulawarman, dan juga apabila pihak Universitas Mulawarman maupun universitas lainnya, itu yang saya katakan tadi, berinovasi untuk bekerja sama,” jelas Novan.
Ia menambahkan, kerja sama strategis tidak hanya terbatas pada lingkup akademik, tetapi juga harus menyentuh peluang kerja nyata, seperti kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di daerah.
“Contoh misalnya, ini kebutuhan pemerintah untuk program misalnya kebutuhan ASN-nya misalnya,” ujarnya.
Meski demikian, Novan mengakui bahwa penentuan kelulusan calon ASN tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat dan bergantung pada hasil seleksi. Ia menegaskan, penting adanya komunikasi antara universitas dan pemerintah pusat agar kompetensi lulusan serta kualitas SDM daerah dapat terukur dan diakui.
“Walaupun penentuan lulus tidaknya kan tetap dari pemerintah pusat dan berdasarkan hasil tes, tapi paling tidak ini harus didudukkan bersama, agar pemerintah pusat mengetahui kompetensi ataupun kemampuan universitas ataupun SDM yang ada di daerah ini juga mampu untuk memenuhi persyaratan tersebut,” pungkasnya. []
Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Rasidah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan