Nunukan Jadi Contoh, Kaltara Kejar 1.000 Pramuka Garuda

TARAKAN — Target ambisius mencetak 1.000 Pramuka Garuda hingga 2029 menjadi fokus serius Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencapaian Pramuka Garuda, Kwarda Kaltara mulai menyatukan arah pembinaan agar capaian kuantitas tidak mengorbankan kualitas.

Bimtek yang digelar di Tarakan itu bukan sekadar agenda teknis. Forum ini dijadikan ruang konsolidasi para pembina dan pelatih agar pembinaan Pramuka Garuda berjalan seragam, terukur, dan sesuai standar nasional.

Ketua Kwarda Kaltara Hj. Rahmawati melalui Bendahara Kwarda Kaltara, Panji Agung, menegaskan bahwa Pramuka Garuda tidak boleh dipahami sebatas jenjang tertinggi dalam kepramukaan. “Pramuka Garuda adalah simbol ketangguhan karakter, kedisiplinan proses, dan keberanian menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegas Panji Agung saat membuka kegiatan, Jumat (16/01/2026).

Ia menyebut, target 1.000 Pramuka Garuda bukan semata mengejar angka, melainkan bagian dari strategi menyiapkan generasi muda Kaltara yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan tantangan zaman. “Kami tidak ingin sekadar banyak. Yang kami siapkan adalah Pramuka Garuda yang berprestasi, berintegritas, dan memberi dampak nyata bagi daerah dan bangsa,” ujarnya.

Panji Agung mengapresiasi kinerja sejumlah Kwartir Cabang (Kwarcab) yang dinilai konsisten melakukan pembinaan berkelanjutan. Kwarcab Nunukan disebut sebagai salah satu contoh dengan capaian 319 Pramuka Garuda, tertinggi di Kalimantan Utara.

Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pembinaan kehilangan arah. “Peningkatan jumlah tidak boleh mengalahkan kualitas. Pramuka Garuda Kaltara harus punya kompetensi digital, melek teknologi, serta jiwa kewirausahaan sosial,” katanya.

Menurutnya, Pramuka Garuda ke depan dituntut tidak hanya unggul secara fisik dan mental, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya. “Inilah wajah Pramuka masa depan yang ingin kita lahirkan bersama,” tegas Panji Agung.

Sementara itu, Ketua Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kaltara, Abdulah, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan bagian dari program pembinaan orang dewasa yang telah disepakati dalam rapat kerja tahun sebelumnya dan dilaksanakan pada 2026. “Bimtek ini adalah agenda terakhir dalam siklus pembinaan orang dewasa. Fokusnya menyatukan persepsi pembina agar pembinaan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelas Abdulah.

Ia menyebut, target 1.000 Pramuka Garuda harus dicapai dalam waktu efektif sekitar empat tahun. Dengan perhitungan tersebut, setiap Kwarcab ditargetkan mampu mencetak 40 hingga 50 Pramuka Garuda dari berbagai golongan, mulai dari siaga hingga pandega. “Kunci pencapaian ada di pembina dan pelatih. Kalau pembinaan di hulu kuat, hasil di hilir akan mengikuti,” katanya.

Selain penguatan kapasitas pembina, Kwarda Kaltara juga mendorong pengakuan Pramuka Garuda melalui dukungan regulasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Ke depan, capaian Pramuka Garuda diharapkan dapat diakui sebagai nilai prestasi jalur non-akademik, baik pada PPDB maupun seleksi perguruan tinggi.

Dengan langkah konsolidasi tersebut, Kwarda Kaltara optimistis target 1.000 Pramuka Garuda dapat tercapai tepat waktu dan melahirkan generasi muda yang siap membawa nama Kalimantan Utara di tingkat nasional. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com