NUNUKAN – Langkah penguatan kesiapsiagaan bencana terus digencarkan di Kabupaten Nunukan. Sejumlah titik di Kecamatan Nunukan kini mulai dilengkapi rambu peringatan kawasan rawan bencana sebagai bentuk mitigasi dini terhadap potensi ancaman alam maupun satwa liar. Pemasangan penanda tersebut dilakukan pada Selasa (10/02/2026) dengan menyasar area yang berisiko longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga keberadaan hewan buas seperti buaya.
Keberadaan rambu-rambu ini diharapkan mampu memberi sinyal kewaspadaan bagi warga yang melintas atau beraktivitas di wilayah berpotensi bahaya. Selain berfungsi sebagai peringatan dini, penanda visual tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami jenis ancaman bencana di lingkungan sekitar.
Tim lapangan menempatkan rambu di sejumlah lokasi strategis yang sebelumnya telah dipetakan melalui kajian kebencanaan. Seluruh proses pemasangan berlangsung tanpa kendala dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja serta ketepatan titik penempatan.
Ketua tim kegiatan, Feri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari strategi pengurangan risiko bencana di tingkat kecamatan. Ia menyatakan, “Penandaan titik rawan merupakan upaya nyata agar masyarakat semakin peka terhadap potensi bahaya di sekelilingnya. Dengan rambu yang mudah dikenali, warga diharapkan dapat bersikap lebih hati-hati sekaligus memahami tindakan awal saat kondisi darurat terjadi, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.”
Menurutnya, program serupa akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lain yang memiliki kerentanan bencana. Upaya tersebut menjadi wujud komitmen memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus membangun budaya siaga bencana sejak dini.
Pemasangan rambu peringatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik sehingga dampak yang ditimbulkan saat bencana terjadi dapat ditekan seminimal mungkin. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan