BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) memaparkan hasil pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 melalui konferensi pers yang digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (12/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polda Kaltim bersama seluruh Polres di wilayah hukum Kalimantan Timur.
Konferensi pers ini dilaksanakan untuk menyampaikan kepada publik capaian penegakan hukum selama pelaksanaan operasi yang berlangsung selama 21 hari, mulai 18 Februari hingga 10 Maret 2026. Operasi tersebut merupakan bagian dari langkah strategis kepolisian dalam menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Dalam pemaparannya, kepolisian mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026, aparat berhasil mengungkap 272 kasus pelanggaran hukum. Rinciannya terdiri dari 149 kasus yang ditangani dalam Operasi Pekat Mahakam serta 123 kasus yang ditindak melalui Operasi Tindak Pidana Ringan (Tipiring).
Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan 303 orang tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana. Dari hasil penindakan tersebut, aparat kepolisian turut menyita 5.122 barang bukti yang berasal dari berbagai kasus pelanggaran hukum yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.
Operasi Pekat Mahakam sendiri merupakan kegiatan rutin kepolisian yang dilaksanakan secara berkala guna menekan tingkat kriminalitas di tengah masyarakat. Sasaran operasi ini meliputi berbagai bentuk pelanggaran hukum yang selama ini kerap meresahkan warga, seperti perjudian, peredaran minuman keras ilegal, aksi premanisme, serta tindak pidana lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Dalam konferensi pers tersebut, jajaran kepolisian juga memperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan selama operasi berlangsung. Barang bukti tersebut dipajang di hadapan awak media sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat terkait hasil kerja aparat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Selain memamerkan barang bukti, beberapa orang yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana juga turut diamankan selama pelaksanaan operasi. Para terduga pelaku saat ini masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik untuk mendalami peran masing-masing dalam perkara yang sedang ditangani.
Polda Kalimantan Timur menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Partisipasi masyarakat dinilai penting, terutama dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar salah satu pejabat kepolisian dalam konferensi pers tersebut.
Kepolisian berharap hasil pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 tidak hanya mampu menekan angka kriminalitas, tetapi juga memberikan efek jera bagi para pelaku tindak pidana. Dengan demikian, rasa aman masyarakat dapat terus terjaga, khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. []
Penulis: Dedi Marsito Sianturi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan