Pabrik Baja China Meledak, 2 Tewas Puluhan Terluka

BEIJING — Ledakan dahsyat mengguncang sebuah pabrik baja di China utara dan menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden yang terjadi pada Minggu (18/01/2026) itu juga menyebabkan puluhan pekerja terluka serta membuat sejumlah orang masih dinyatakan hilang, memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan industri di negara tersebut.

Ledakan terjadi di pabrik pelat baja Baogang United Steel yang berlokasi di Kota Baotou, Wilayah Otonom Mongolia Dalam. Kantor berita resmi China, Xinhua, melaporkan insiden berlangsung sekitar pukul 15.00 waktu setempat dan langsung memicu operasi darurat berskala besar.

Otoritas manajemen darurat setempat menyatakan bahwa hingga Minggu (18/01/2026) pukul 17.30 waktu setempat, korban jiwa tercatat dua orang, sementara lima pekerja lainnya masih dalam pencarian.

“Laporan sementara menunjukkan dua orang meninggal dunia dan lima orang belum ditemukan. Tim penyelamat masih bekerja di lokasi kejadian,” demikian keterangan otoritas darurat setempat yang dikutip Xinhua.

Selain korban meninggal, sebanyak 66 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. Dari jumlah tersebut, tiga korban berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif. “Total korban luka mencapai 66 orang, dengan tiga di antaranya mengalami cedera berat,” tulis Xinhua dalam laporan terbarunya.

Proses penyelidikan penyebab ledakan masih berlangsung. Pemerintah daerah menyatakan fokus utama saat ini adalah evakuasi korban serta memastikan area pabrik aman sebelum penyelidikan teknis dilakukan lebih lanjut.

Sejumlah rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dampak hebat ledakan tersebut. Dalam video terlihat atap bangunan pabrik runtuh, disertai kepulan asap tebal yang membubung ke udara. Kendaraan pemadam kebakaran tampak berjajar di sekitar lokasi untuk mengendalikan situasi.

Rekaman lainnya menunjukkan sebuah benda besar terlempar ke udara sesaat setelah ledakan terjadi. Benda tersebut diduga merupakan bongkahan logam silinder dari dalam pabrik yang terlempar dan jatuh di antara puing-puing bangunan yang hancur.

Dampak ledakan tidak hanya dirasakan di area pabrik. Sejumlah warga yang tinggal beberapa kilometer dari lokasi mengaku rumah mereka ikut terguncang akibat dentuman keras tersebut. “Suaranya sangat kuat, rumah kami bergetar dan beberapa jendela pecah,” ujar seorang warga setempat kepada media lokal.

Kecelakaan industri bukan kali pertama terjadi di China. Negara dengan aktivitas manufaktur terbesar di dunia itu kerap disorot terkait standar keselamatan kerja yang dinilai masih longgar di sejumlah sektor industri berat.

Pada Juni tahun lalu, ledakan di sebuah pabrik kembang api di Provinsi Hunan menewaskan sembilan orang dan melukai 26 lainnya. Tragedi industri terbesar juga pernah terjadi pada 2015, ketika ledakan gudang bahan kimia di Kota Tianjin menewaskan lebih dari 170 orang dan melukai sekitar 700 orang.

Insiden di Baotou kembali memicu sorotan publik terhadap pengawasan keselamatan kerja di sektor industri berat China, sekaligus menambah daftar panjang kecelakaan fatal yang menelan korban jiwa. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com