BANJARMASIN — Suasana di kawasan Jalan Sultan Adam mendadak tegang setelah seorang pemuda diduga menggunakan helm hasil curian di area parkir Tarim Signature, Banjarmasin. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari (06/03/2026) sekitar pukul 00.16 Wita dan sempat memicu kemarahan warga yang berada di lokasi.
Kejadian bermula ketika seorang pegawai restoran melihat helm yang digunakan pemuda tersebut mirip dengan helm miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang di area parkir. Kecurigaan itu membuat pegawai tersebut langsung mendekati pemuda yang sedang berada di sekitar lokasi.
Setelah diperiksa lebih lanjut, helm yang dikenakan pemuda itu ternyata benar milik pegawai restoran tersebut. Situasi pun langsung memanas karena beberapa warga yang berada di sekitar tempat kejadian mulai berkumpul dan mempertanyakan asal-usul helm tersebut.
Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, pemuda itu segera diamankan ke dalam area restoran Tarim oleh beberapa orang yang berada di lokasi.
Seorang saksi menyebut kerumunan warga terus bertambah setelah kabar dugaan pencurian tersebut menyebar di sekitar area parkir.
“Awalnya hanya beberapa orang yang mendekat, tetapi kemudian semakin banyak warga yang datang setelah mengetahui ada dugaan pencurian helm,” ujar seorang warga yang berada di lokasi.
Dalam situasi tersebut, sebagian warga terlihat mencoba menenangkan massa agar tidak terjadi tindakan kekerasan terhadap pemuda tersebut.
Saat diamankan, pemuda itu tampak tidak membawa identitas diri. Ia hanya menyebutkan namanya ketika ditanya oleh warga yang mengamankannya.
Ketika dimintai keterangan mengenai identitasnya, pemuda tersebut mengaku bernama Riza dan berasal dari kawasan Kayu Tangi.
“Nama saya Riza, dari Kayu Tangi,” kata pemuda itu dengan suara pelan saat ditanya warga.
Seorang warga lain yang berada di lokasi mengatakan bahwa pemuda tersebut tidak membawa kartu identitas saat diamankan.
“Dia tidak membawa KTP saat ditanya,” ujar salah satu warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Untuk mencegah situasi semakin memanas, warga kemudian mengikat tangan pemuda tersebut dan menahannya di dalam restoran hingga kondisi kembali kondusif.
Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga yang melintas di kawasan Jalan Sultan Adam. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah kembali terkendali setelah warga berhasil menenangkan massa yang sempat emosi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan