ABUJA – Aksi kekerasan kembali mengguncang Nigeria. Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan kelompok bersenjata di sebuah pasar tradisional di Negara Bagian Niger terus bertambah dan kini mencapai sedikitnya 50 orang. Insiden berdarah itu terjadi saat pasar tengah ramai aktivitas warga pada Sabtu lalu, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Serangan berlangsung di Pasar Kasuwan Daji, Desa Demo. Sejumlah saksi menyebutkan, sekelompok pria bersenjata datang secara tiba-tiba dan langsung menebar teror. Mereka menembaki warga tanpa pandang bulu, memicu kepanikan massal, sebelum menjarah bahan pangan dan menculik beberapa orang dari lokasi kejadian.
Selain korban tewas, puluhan warga dilaporkan mengalami luka serius akibat tembakan dan serangan fisik lainnya. Para korban luka saat ini masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan terdekat, sementara suasana duka menyelimuti Desa Demo. Prosesi pemakaman massal telah digelar pada Minggu (04/01/2026) sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban.
Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu menyampaikan kecaman keras atas serangan tersebut. Ia menilai aksi kekerasan di pasar tersebut sebagai tantangan terbuka terhadap kewibawaan negara dan keselamatan warga sipil.
Dalam pernyataannya, Tinubu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia memerintahkan aparat keamanan untuk meningkatkan operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kejahatan ini tidak bisa ditoleransi. Para pelaku harus dihadapkan pada hukum tanpa kompromi,” tegas Tinubu, sebagaimana dikutip media setempat.
Selain memburu pelaku, Presiden Nigeria juga menginstruksikan lembaga keamanan dan intelijen untuk segera melakukan operasi penyelamatan guna membebaskan warga yang diculik dalam serangan tersebut. Pemerintah pusat, lanjutnya, akan memperkuat kehadiran aparat di daerah rawan demi mencegah kejadian serupa terulang.
Negara Bagian Niger memang kerap menjadi sasaran kelompok kriminal bersenjata. Wilayah ini memiliki bentang hutan luas yang sering dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian pelaku kejahatan bersenjata. Dalam beberapa pekan terakhir, rentetan serangan terjadi secara berulang, menandakan situasi keamanan yang masih rapuh.
Sebelumnya, kawasan ini juga menjadi sorotan dunia internasional setelah penculikan massal di Sekolah Katolik St. Mary pada November lalu. Meski seluruh sandera akhirnya berhasil dibebaskan, serangan terbaru di pasar Kasuwan Daji memperlihatkan bahwa ancaman dari kelompok bersenjata masih nyata dan terus membayangi kehidupan warga Nigeria. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan