Pasar murah Pemkab Paser di Tanah Grogot diwarnai kericuhan antrean LPG di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri.
PASER – Kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser di outlet pangan murah Tanah Grogot, Selasa (17/03/2026), diwarnai kericuhan antrean gas elpiji 3 kilogram akibat perebutan kupon di tengah tingginya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kericuhan terjadi saat puluhan warga, mayoritas ibu rumah tangga, saling dorong untuk mendapatkan kupon penukaran elpiji. Sejumlah warga mengaku tidak memperoleh informasi yang jelas terkait mekanisme pembagian kupon sehingga tetap mengantre meski tidak mendapatkan jatah.
“Kami tidak tau kalau ternyata pakai kupon. Setelah sampai di sini (outlet pangan) sudah berdesak-desakan juga kami tetap tidak kebagian kupon”, protes salah satu warga.
Sementara itu, Murtiani, warga Sangkuriman yang datang sejak pagi, mengaku akhirnya mendapatkan kupon meski harus berdesakan dalam antrean.
“Kami dari tepian batang. sebelumnya memang ada info pembagian kuponnya hari Jumat yang lalu, untuk di tukar LPG hari ini di pasar murah. Tapi karena saya belum dapat kupon, jadi saya pagi-pagi langsung kesini. Alhamdulillah dapat walaupun sampai jatuh-jatuh tadi saya karena di dorong-dorong”, jelasnya.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Kabupaten Paser Suherman menjelaskan bahwa wilayah Tanah Grogot memiliki kebutuhan elpiji yang cukup tinggi, sehingga pihaknya menyediakan 250 tabung elpiji 3 kilogram melalui mekanisme kupon.
Menurutnya, sistem kupon diberlakukan dengan pola satu kupon untuk satu kartu keluarga (KK) agar distribusi lebih merata. Namun, kondisi di lapangan tidak berjalan sesuai rencana.
“padahal kegiatan seperti ini sudah sangat sering kami lakukan, apalagi menjelang hari raya. Ternyata tetap ramai ini, masyarakat sampai rebutan kupon. Mungkin karena kebutuhan LPG masyarakat juga meningkat jelang lebaran ini”, jelasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya warga yang membawa lebih dari satu kartu keluarga, sehingga memperparah antrean dan memicu ketegangan.
“Sebenarnya sudah kami infokan bahwa pembagian kupon untuk hari ini itu sudah di bagikan pada hari Jumat sekitar 200an tabung. Nah hari ini ada lebihan kami bawa juga sekitar 30an kupon, ternyata masih banyak teman-teman yang belum mendapat kupon”, pungkasnya.
Selain itu, keterlambatan distribusi dari agen turut memperpanjang antrean. Berdasarkan informasi di lokasi, pasokan elpiji harus diambil terlebih dahulu dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Babulu sebelum didistribusikan ke outlet pangan.
Di sisi lain, pasar murah yang digelar Pemkab Paser tetap mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pukul 08.00 WITA, ratusan warga telah memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser Budy Hartika mengatakan, kegiatan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menstabilkan harga pangan menjelang hari besar keagamaan.
“Satu kali kita lakukan di polres, kemudian satu kali di kodim, sisanya 13 kali kami lakukan didukung Bulog, Peternakan, Disperindagkop, dan dinas pertanian”, ujar Budy.
Ia menyebut, hingga saat ini kegiatan pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 15 kali dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Disperindagkop, serta Dinas Pertanian.
Budy menambahkan, intervensi harga dilakukan pada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai.
“Seperti hari ini harga komoditas yang mengalami kenaikan itu cabai dengan harga berkisar 80 sampai 100 ribu perkilo. Nah hari ini, kita coba intervensi dengan harga 55 ribu per kilogram. Dengan harapan, bisa sedikit menyeimbangkan harga di pasaran”, imbuhnya.
Salah satu warga, Murtiani, juga mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan di pasaran.
“Tentu senang ya, karena dari harga jauh lebih murah. Untuk telur, kalau di luar bisa sampai 60 ribuan satu rak. Disini cuma 50 ribu per rak”, jelasnya.
Adapun stok komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut meliputi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,9 ton, minyak goreng merek Minyakita 468 liter, gula 300 kilogram, beras premium 100 kilogram, daging beku 80 kilogram, bawang merah 25 kilogram, bawang putih 40 kilogram, tepung terigu 30 kilogram, cabai rawit 8 kilogram, tomat 8 kilogram, telur ayam 100 rak, serta gas elpiji 250 tabung.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan pasar murah tersebut juga dimanfaatkan Dinas Perikanan Kabupaten Paser untuk mempromosikan produk olahan ikan hasil binaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Analis Pasar Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Paser Masdar mengatakan, partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan produk lokal.
“Jadi memang setiap ada kegiatan pasar murah, kami bawa produk-produk olahan ikan ini agar masyarakat tahu, ada cara unik menikmati ikan melalui produk olahan ini”, jelas Masdar.
Ia menjelaskan, produk olahan tersebut berasal dari berbagai desa di Paser, seperti Tanah Grogot, Tanjung Aru, Muara Paser, Samuntai, hingga Desa Lori, dengan jenis produk yang beragam seperti krispi ikan bulu ayam, udang kremes, rempeyek udang, amplang ikan bandeng, hingga kerupuk ikan dan udang.
“Seperti krispi ikan bulu ayam ini dari tanah Grogot. Kemudian keripik udang dan keripik ikan ada yang dari Tanjung Aru dan Muara Paser. Ada juga yang dari Samuntai, desa Lori, macam-macam “, imbuhnya.
Produk tersebut dikemas menarik dan dijual dengan harga terjangkau, berkisar Rp17 ribu untuk harga reseller dan Rp20 ribu per kemasan untuk konsumen dengan berat antara 70 hingga 100 gram.
“Kalau harga reseller 17 ribuan saja, kalau harga konsumen nya 20 ribuan per kemasan dengan berat 70 gram sampai 100 gram”, tambahnya.
Produk olahan ikan tersebut juga tersedia di outlet UMKM binaan Dinas Perikanan yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Gang Ikhlas RT 03 Tanah Grogot.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Paser berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, serta produk UMKM lokal semakin dikenal luas oleh masyarakat. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan